Tidak Bisa Memilih, Banyak Warga Kelurahan Wanagon Merasa Kecewa

Bagikan Bagikan
Suasana di TPS 12, warga masih menunggu untuk menyalurkan hak suaranya. (Foto-Acik)

SAPA (TIMKA) - Banyak dari warga daerah pemilihan (Dapil) Kelurahan Wanagon, Distrik Mimika Baru khususnya pada TPS 12 yang mengaku kecewa tidak dapat menyalurkan hak pilihnya dalam agenda pemilihan umum (Pemilu) serentak 2019, Rabu (17/4). Hal itu terjadi lantaran banyak warga setempat tidak mendapatkan undangan, bahkan surat suara di TPS keburu habis.

"Kami tidak bisa mencoblos karena kertas suaranya habis. Kami juga tidak dapat undangan. Yang mencoblos di TPS kami kebanyakan orang dari kompleks lain. Kami heran banyak warga baru yang datang dengan mobil-mobil, padahal petugas KPPS itu tahu mana yang memang merupakan warga Wanagon dan mana yang merupakan warga luar. Jadinya kami yang warga asli Wanagon tidak bisa memilih," ujar seorang warga Wanagon.

Sementara Ketua KPPS TPS 12 Kelurahan Wanagon, Kamarudin, mengatakan bahwa jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di TPS 12 Wanagon sebanyak 289 sehingga menurutnya warga yang telah menyalurkan hak suaranya sudah 100 persen.

Kamarudin juga mengaku kertas suara sudah habis tercoblos sejak pukul 12.00 WIT, sehingga proses pemungutan suara dihentikan meski masih banyak warga yang antri hendak mencoblos.

Menanggapi hal ini, Ketua KPU Mimika, Indra Ebang Ola saat dihubungi Salam Papua via telepon mengatakan kejadian yang sama juga terjadi di beberapa TPS lainnya di Mimika, tetapi hal itu pihaknya akan menyisir untuk diselesaikan.

Lebih lanjut, ia mengatakan, kuota surat suara di setiap TPS ada sebanyak 300 dan ditambah dua persen atau 6 lembar, sehingga jumlah keseluruhan sebanyak 306 lembar surat suara.

"Kami sudah kumpulkan semua laporan seperti itu dan pasti akan ada tindaklanjutnya," kata Indra. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment