Tidak Bisa Mengikuti Musdat, Kaca RPM Dilempar Warga

Bagikan Bagikan
Warga tidak diijinkan masuk ke Halaman dan Ruangan berlangsungnya Musdat.(Foto-Maria Welerubun)

SAPA (TIMIKA) – Kaca depan kantor Radio Publik Mimika (RPM) milik LPMAK, dilempari warga karena merasa kecewa dan marah saat tidak di ijinkan masuk dan mengikuti Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) Ke-V di Gedung MPCC, Rabu (10/4).

Aksi lempar batu yang dilakukan warga membuat aparat Kepolisian mengeluarkan beberapa kali tembakan peringatan dan pengejaran terhadap oknum warga yang dianggap sebagai provokasi.

Pantauan dilapangan terlihat jelas bahwa aksi pelemparan terjadi karena mereka marah dan kecewa lantaran tidak diijinkan masuk ke Halaman dan Ruangan berlangsungnya Musdat. Selain melempari kaca RPM, warga juga berteriak dan meminta agar pintu pagar bisa dibuka karena mereka ingin mengetahui proses Musdat dan siapa yang terpilih menjadi Ketua Lemasko untuk lima tahun kedepan.  
 
Aksi pelemparan batu oleh warga .
(Foto-Maria Welerubun)
Kepala Biro Humas LPMAK, Tobias Maturbongs yang membawahi juga RPM, secara tegas menyatakan bahwa tentu akan memproses pelaku pelemparan kantor Radio. Pihaknya sudah melaporkan kejadian ini kepada Wase Aset, Herlin Timang untuk bisa melihat kembali kerusakan yang ada dan tindakan apa yang akan diambil oleh LPMAK.

Sementara itu setelah dilakukan pelemparan, Kepala Biro Aset LPMAK bersama panitia dan Lemasko melakukan pertemuan untuk membicarakan soal kerusakan yang baru terjadi. Diharapkan semua pihak saling mendukung untuk memperbaiki kaca yang pecah. (Maria Welerubun)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment