Tim SAR Belum Temukan Bocah Hanyut di Sungai Wasian Teluk Bintuni

Bagikan Bagikan
Tim SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencari Brian Ibori yang hilang di sungai Wasian. (Foto-Istimewa)

SAPA (MANOKWARI) - Tim Search and Rescue belum berhasil menemukan Brian Ibori, bocah 10 tahun yang diduga hanyut di Sungai Wasian Tembuni Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat pada Jumat (12/4).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Manokwari, George Leo Mercy Randang, Senin (15/4), menyebutkan, pencarian sudah memasuki hari ketiga. Tim SAR yang terdiri dari Basarnas, Kepolisian dan TNI Angkatan Laut tersebut akan terus mencari hingga hari ketujuh.

"Sejauh ini belum ada tanda-tanda, pencarian hari ini kita akhiri dan akan kami lanjutkan besok. Mudah-mudahan bisa segera ditemukan," kata Leo.

Dia menjelaskan, Brian terseret arus Jumat lalu saat hendak mandi di sungai tersebut bersama tiga rekan sebayanya. Rekan-rekannya selamat namun belum diketahui keberadaan dan kondisinya.

"Kejadian hari Jumat, kami baru menerima laporan pada hari Sabtu dari saudara Sepnat Ibori. Dari Laporan itu, kami berkoordinasi dengan kepolisian juga TNI AL lalu bergegas menuju lokasi kejadian," katanya.

Sejak hari pertama hingga ketiga, Tim melakukan penyisiran secara bergiliran. Hingga Senin petang tadi, pihaknya belum melihat adanya tanda-tanda.

Dari Informasi yang diperoleh dalam proses rekonstruksi yang dilaksanakan di lokasi kejadian, korban diterkam buaya. Meskipun demikian, tim masih terus berupaya memastikan informasi tersebut.

"Entah seperti apa kejadian yang sebenarnya, yang pasti proses pencarian akan terus berlanjut hingga hari ke tujuh. Mudah-mudahan korban ditemukan sebelum masa pencarian ditutup," ujarnya lagi.

Menurutnya, proses pencarian mengalami sedikit terkendala cuaca dan peningkatan arus sungai. Peralatan terutama perahu yang digunakan pun terbatas karena medan banyak kayu-kayu tajam.

"Kami menggunakan perahu kayu milik masyarakat. Perahu karet tidak bisa, banyak patahan kayu bakau dan cukup tajam kalau dipaksakan kami khawatir justru malah menghambat proses pencarian," katanya lagi. (Antara)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment