TNI dan Polri Siap Tindak Tegas KNPB-UNWP Bila Boikot Pemilu

Bagikan Bagikan
Apel pergeseran di Mapolres Mimika.(Foto-Salma)

SAPA (TIMIKA) – Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto menegaskan TNI dan Polri siap menindak tegas siapapun yang mengganggu dan menghambat Pemilu, termasuk Komite Nasional Papua Barat (KNPB) atau UMWP bila berupaya memboikot Pemilu pada 17 April 2019.

Kepada para personil dalam apel pergeseran pasukan pengamanan tempat pemungutan suara (TPS) di halaman Mapolres Mimika, Jalan Agimuga Mile 32, Sabtu (13/4), Kapolres menjelaskan, terdapat tiga hal yang perlu diantisipasi selama proses Pemilu.

“Ada tiga hal yang perlu kita antisipasi sampai rekapitulasi surat suara. Pertama, adanya surat selebaran dari UMWP atau KNPB yang menyatakan akan memboikot Pesta Demokrasi pada tanggal 17 April 2019. Terkait masalah pemboikotan terhadap pemilu ini kita upayakan untuk meminimalisir dan akan kita tindak tegas. Kita tidak boleh lengah,” ujar Kapolres.

“Yang kedua adanya isu tentang 70 persen dan 30 persen. Ini tidak boleh muncul saat sekarang karena sekarang waktu akhir kampanye menuju pemilihan. Yang ketiga sistem noken yang diusung oleh beberapa kelompok di legislative. ini tidak boleh diberlakukan pada pemilihan ini,” kata Kapolres Agung menambahkan.

Kapolres juga menegaskan saat ini aparat penegak hukum menggolongkan tingkat keamanan Pemilu 2019 pada siaga 1.

“Oleh pimpinan, situasi telah dinaikkan dengan siaga 1. Kalau ada aparat yang mau meninggalkan tempat harus atas persetujuan masing –masing pimpinan. Kita tunjukkan bahwa kita hadir memberikan rasa aman. Untuk itu semua harus dalam kondisi siap siaga. Tantangan itu sifatnya nyata,” ujarnya.

Kapolres mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Mimika agar tidak boleh takut dengan adanya isu teror oleh oknum-oknum tertentu. Kapolres minta untuk mempercayakan keamanan kepada pihak keamanan agar masyarakat bisa memberikan hak suara pada tanggal 17 April mendatang.

"Kita berikan imbauan kepada masyarakat jangan takut terhadap isu-isu yang mengajak dan melarang masyarakat untuk masuk ke TPS. Prinsipnya TNI Polri siap untuk melaksanakan pemilu, jangankan tanggal 17, seandainya besok kami siap," tegasnya. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment