Tony Wenas : PT Freeport Indonesia Sudah Pertimbangkan Pengganti Alm Silas Natkime

Bagikan Bagikan
Presdir PT Freeport Tony Wenas (kedua dari kanan).(Foto-Yol)

SAPA (TIMIKA) – Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Clayton Allen Wenas atau Tony Wenas mengatakan, permintaan dari keluarga besar Natkime agar ada anggota keluarga yang bisa menggantikan posisi (alm) Silas Natkime di PTFI sudah dipertimbangkan.

“Apa yang disampaikan keluarga Natkime, sebetulnya saya dengan Pak Silas sudah membicarakannya saat bertemu baik di Jakarta dan di Timika beberapa waktu lalu.  Seharusnya saya dengan Pak Silas bertemu lagi dalam minggu ini untuk membicarakan hal tersebut. Namun Tuhan berencana lain dan saya yakin bahwa rencana Tuhan itu baik. Tentu saat ini kita semua merasa kehilangan Pak Silas,” kata Tony Wenas saat menanggapi permintaan keluarga besar Natkime yang disampaikan Janes Natkime usai pemakaman jenazah alm Silas Natkime di Mile 32 Timika, Rabu (24/4).

“Pak Janes, Pak Anis dan bapak-bapak lainnya, memang apa yang disampaikan tadi saya yakin Pak Janes kemarin sudah sempat dibicarakan tidak hanya dengan manajemen PT FI tapi juga dengan Richard C. Adkerson dari Freeport McMoran. Dan memang hampir semuanya sudah dibahas tadi dan sudah dipertimbangkan. Dan untuk itu memang kita perlu tindaklanjuti dengan bertemu kembali dalam waktu yang tidak terlalu lama,” kata Tony menambahkan.

Usai prosesi pemakaman jenazah Silas Natkime, dihadapan Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, Presiden Direktur PT Freeport Tony Wenas dan semua pejabat penting PT Freeport, mewakili keluarga besar Natkime, Janes Natkime meminta manajemen PTFI untuk  segera menggantikan posisi alm. Silas Natkime dengan tokoh masyarakat asli  Papua lainnya.

Pihak keluarga juga meminta agar Manajemen PTFI dapat memperhatikan keluarga dan anak cucu dari alm.  Silas Natkime, karena selain mempunyai kedudukan di PTFI, almarhum  juga adalah pejuang masyarakat Papua.

“PT Freeport juga harus lebih  memperhatikan dua suku besar  di Mimika dan 5 suku  kekerabatan lainnya yang mempunyai hak ulayat,” kata Janes. 

Sementara Bupati Kabupaten Mimika, Eltinus Omaleng pada kesempatan tersebut mengatakan meninggalnya bapak Silas Natkime bukan berarti perjuangan almarhum juga berakhir.

“Bukan berarti akhir untuk semuanya,  namun perjuangan untuk pembangunan orang Papua akan terus  berjalan. Tokoh Amungme dan Kamoro  selalu berjuang dan mempunyai rasa memiliki PTFI. Dan alm Silas Natkime adalah salah satu pejuang yang telah melakukan perjuangan tersebut,” kata Bupati Omaleng.

"Saya minta semua tokoh-tokoh masyarakat Papua yang ada untuk  satu  suara dan selalu punya  rasa memiliki terhadap PT Freeport," ujar Bupati Omaleng menambahkan.

Sementara itu Kapolres Mimika,  AKBP Agung Marlianto mengatakan pihak keamanan dalam hal ini Polres Mimika dan Kodim 1710/ Mimika akan mengawal apa yang telah disepakati antara pihak keluarga Natkime dengan manajemen PT Freeport.
“Kami dari pihak keamanan akan mengawal dan memastikan kesepakatan untuk mengganti posisi almarhum Silas Natkime berjalan baik tanpa kendala apa pun,” kata Kapolres Mimika.  (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment