Belum Berjalan, Dewan Meyakini Pelaksanaan APBD 2019 Gagal

Bagikan Bagikan
Anggota DPRD Mimika, Karel Gwijangge. (Foto-Acik)

SAPA (TIMIKA) - Mengingat hingga saat ini program pembangunan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika belum mulai berjalan, Anggota Komisi A DPRD Mimika, Karel Gwijangge mengaku yakin kalu pelaksanaan pembangunan yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika tahun 2019 akan gagal. Meskipun dilaksanakan, pekerjaaan bisa saja dilakukan asal-asalan.

“Kalaupun nanti dilaksanakan maka kualitasnya ‘asal jadi’. Karena sekarang sudah mau pertengahan Mei, dan kalau proses lelangnya baru mulai maka program fisik akan mulai dijalankan di bulan Agustus atau September. Terus untuk program-program yang besar bisa selesai atau tidak? Karena dikejar waktu,” kata Karel saat ditemui di Gedung DPRD Mimika, Rabu (15/5).

Ia menuturkan, semua anggota dewan bingung dengan kenyataan yang hingga saat ini Pemkab Mimika terkesan ragu menjalankan program APBD. Bahkan beberapa Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ada yang mengaku belum mendapatkan perintah dari Bupati untuk melaksanakan kegiatan fisik. Padahal penetapan APBD telah dilaksanakan pada awal tahun 2019.

“Kami semua bingung karena kelihatanya pemkab ragu-ragu menjalankan APBD. Apakah ada alasan teknis yang membuat lelang proyek dan pekerjaannya masih belum kelihatan sampai saat ini?” tanya Karel.

Di sisi lain, menurut dia, wakil Bupati telah menyampaikan bahwa sejak beberapa bulan lalu Dokumen Penggunaan Anggaran (DPA) sudah dibagi dan program harus dilaksanakan oleh setiap OPD.

Sebelum penetapan APBD yang pembahasannya secara berulang-ulang, eksekutif menekankan agar APBD harus ditetapkan pada bulan Desember agar pembangunan dimulai pada bulan Januari tahun berikutnya.

“Ini akan menjadi pertanyaan. Pemerintah lakukan apa selama bulan Januari hingga Mei? Apa penyebab sehingga kegiatan fisik APBD ini terkesan menunda-nunda,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pembangunan yang seharusnya dilakukan di tahun ini merujuk pada dua kegiatan besar yang akan di gelar di Mimika, yakni Pesparawi dan PON XX. Namun, dengan kondisi pelaksanaan pembangunan yang selalu menunda dan mengulur waktu maka bisa dinilai bahwa pemkab tidak serius menyambut perhelatan dua kegiatan besar tersebut.

Dengan demikian, misalkan saja ada tim yang menilai bahwa Mimika tidak layak untuk tuan rumah PON dan Pesparawi, maka hal tersebut benar adanya sesuai dengan kenyataan yang ada.

“Kapan melanjutkan pekerjaan jalan Cenderawasih, jembatan, rumah susun dan hal lainnya. Padahal dua kegiatan itu bersekala besar yang mendatangkan orang banyak. Menurut saya, pemkab tidak serius menyambut Pesparawi dan PON,” katanya.

Kondisi ini kata dia merupakan lagu lama di Mimika. Pemkab diharapkan secepatnya melaksanakan realisasi APBD tahun 2019.

“Desakan dewan itu sebetulnya selalu ada melalui media. Sama juga di DPR ini, jalankan kegiatan rutin saja. Begitu juga di semua OPD hanya bisa jalankan yang rutin saja, sedangkan yang fisik belum,” katanya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment