Bertemu di Detroit, Gubernur Papua Minta Mahasiswa Luar Negeri Selesaikan Studi Tepat Waktu

Bagikan Bagikan
Gubernur Papua Lukas Enembe melakukan pertemuan dengan mahasiswa asli Papua dari Western Michigan University (Foto- Hans Bisay)

SAPA (DETROIT) - Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP, MH meminta kepada semua mahasiswa asal Papua yang sedang menimba ilmu di berbagai universitas di luar negeri baik di Asia, Australia, Eropa dan Amerika Serikat untuk menyelesaikan studinya tepat waktu.

"Semua mahasiswa program studi strata satu atau Sarjana (S1) dan Magister (S2) wajib on time menyelesaikan studinya," tegas Gubernur Lukas Enembe saat bertemu dengan  mahasiswa Papua dari Western Michigan University, Minggu sore (12/5) Detroit Marriott at the Renaissance Center Hotel, Detroit Michigan.

"Saya minta anak-anak dapat menyelesaikan studi tepat waktu. Program S1dan S2 dapat menyelesaikan studinya dengan cepat," katanya menambahkan.

Menurut Gubernur Enembe, penyelesaian studi tepat waktu sangat membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua. Selain efisiensi dari sisi anggaran, juga memberikan kesempatan kepada anak-anak asli Papua yang lain untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi dalam negeri maupun di luar negeri.

"Saya mengapresiasi anak-anak kita yang menyelesaikan kuliah tepat waktu. Selamat dan sukses," ujar Gubernur Enembe.

Ditempat yang sama Ketua Tim Penggerak PKK Papua, Ny. Yulce W Enembe mengingatkan mahasiswa dan mahasiswi di Amerika untuk bersekolah dengan baik dan tidak terjerumus dalam kegiatan negatif seperti menggonsumsi minuman keras (miras), Narkoba dan pergaulan bebas. 



Mama Papua juga mengajak mahasiswa dan mahasiswi untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan pemerintah mengenyam studi di luar negeri.

“Sebagai mama mewakili mama-mama Papua, saya minta anak-anak untuk sekolah dengan baik dan tidak ikut kegiatan yang negatif,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Biro (Karo) Otonomi Khusus (Otsus) Setda Provinsi Papua, Aryoko F Rumaropen, SP. Meng menjelaskan Pemprov Papua memberikan limit waktu kurang lebih  enam tahun bagi mahasiswa Papua yang berada di dalam dan luar ngeri untuk menyelesaikan studinya.

Batas waktu tersebut sudah termasuk dengan pembinaan selama satu tahun ketika para mahasiswa memulai program studinya.

“Waktu 6 tahun untuk mahasiswa itu sudah termasuk pembinaan satu tahun ketika mereka dibina sebelum melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi. Lima tahun adalah waktu yang cukup untuk selesai kuliah,” jelas Rumaropen.

Hingga saat ini, kata Karo Otsus, jumlah mahasiswa yang kuliah di Western Michigan University (WMU) sebanyak 27 orang. Dan yang menghadiri pertemuan dengan Gubernur Papua sebanyak 20 mahasiswa, dua orang diantaranya yakni Albertha Atiop Kendom dan Clarita Ester Maniagasi di wisuda tahun ini.

"Mahasiswa kita di WMU ada 27 orang dan 2 mahasiwa tahun ini diwisuda," ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa tahun 2019, mahasiswa Papua penerima beasiswa Otsus cukup banyak yang diwisuda. Diantaranya 7 mahasiswa yang sudah wisuda di Corban University, 2 orang di WMU.

“Ada beberapa juga yang yang sudah menyelesaikan studi S1 dan S2. Jadi tahun ini cukup banyak yang di wisuda dan ini adalah hasil dari kebijakan bapak Gubernur Enembe mengirim anak-anak Papua kuliah di berbagai perguruan tinggi,” katanya.

Rumaropen menambahkan mahasiswa yang kuliah di WMU merupakan anak-anak asli Papua binaan Jakarta International College (JIC). 

"JIC adalah mitra dari Pemprov Papua. Sebelum anak-anak kita di kirim belajar ke luar negeri, mereka dibina dan ditrainning di JIC untuk kursus bahasa inggris dan pengetahuan umum lainnya," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa seleksi penerima beasiswa Otsus yang sedang berlangsung melibatkan JIC selaku pihak independen. (*/YOL)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment