BNN Musnahkan 7,12 Gram Narkotika Jenis Sabu

Bagikan Bagikan
Kepala BNNK Mimika, Kompol Mursaling.(Foto-Dok-Sapa)

SAPA (TIMIKA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Mimika memusnahkan 7,12 gram narkotika jenis sabu.

Kepala Seksi (Kasi) Pemberantasan Narkoba BNN Mimika, Kompol Mursaling saat melakukankonfrensi pers di Kantor BNN, Jalan Cendrawasih mengatakan 7,12 gram sabu tersebut didatangkan dari Makassar menggunakan jalur penerbangan dan disita dari tangan RC yang merupakan kaki tangan untuk mengedarkan di Mimika.

“Sabu 7, 12 gram ini dikemas dalam bentuk paket sebanyak sembilan bungkus. Setelah dimusnahkan, dari 7,12 gram ini sebagiannya dipakai untuk kepentingan forensik laboratorium dan juga kepentingan peradilan saat disidangkan,” jelasnya, Kamis (23/5).

Mursaling menjelaskan, untuk kelancaran transaksi barang haram ini,  modus yang dilakukan adalah dengan komunikasi melalui HP antara HS yang berada di Makassar dan RC yang berada di Timika. Kemudian tanggal 1 Mei sekitar pukul 15.30 WIT, pelaku RC melakukan transfer uang sebanyak Rp 19 juta kepada HS menggunakan rekening atas nama NS.

Setelah uang tersebut ditransfer, kemudian HS mengirimkan 7,12 gram sabu yang dikemas menjadi sembilan bungkus.  Selanjutnya RC diarahkan HS untuk mengambil paket sabu di suatu tempat di pinggir jalanan yang telah ditentukan.

“Sebelumnya RC dipesan untuk ambil di pinggiran jalan Budi Utomo. Kemudian di depan warung sate yang berhadapan dengan toko eiger,” tuturnya.

Selanjutnya pada tanggal 2 Mei, RC ditangkap petugas BNN Mimika saat hendak mengedarkan paket sabu di jalan Kartini. Seketika itu juga ditemukan barang bukti sebanyak lima paket yang dikemas menggunakan plastik bening, dililit lakban bewarna coklat dan diisi dalam bungkusan rook evulation berwara hijau.

“Saat itu juga Seksi Pemberantasan langsung membawa pelaku RC ke kantor BNN untuk melakukan proses hukum. HS ini sudah pernah tinggal di Timika sehingga alamat-alamat di Timika dia ketahui semua,” katanya.

Modus yang saat ini dipergunakan para pelaku merupakan modus baru yaitu dengan sistim tempel sehingga kaki tangan yang ada di Mimika sama sekali tidak dikenal oleh RC. HS merupakan pelaku lama yang telah beroperasi selama kurang lebih dua tahun. Sedangkan RC baru beraksi selama kurang lebih enam bulan bekerja sama dengan HS.

“Pengakuan RC selama ini harga per geramnya adalah Rp 2,3 juta dan dijual ke pengedar untuk selanjutnya ke pengguna,” tuturnya.

BNN Mimika berkomitmen tetap bekerja sama dengan Polres Mimika melakukan pengejaran kepada jaringan ataupun sindikat. Sebab tidak menutup kemungkinan masih ada jaringan-jaringan lainnya selain RC di Mimika yang beroperasi bersama HS.

“HS itu sekarang kita sudah jadikan sebagai DPO. Mudah-mudahan koordinasi kami ke BNN Provinsi Papua dan BNN Provinsi Sulsel bisa lancar untuk pengejaran HS yang ada di Makassar,” katanya.

Sementara proses hukum untuk RC sesegera mungkin diserahkan ke Kejaksaan. Saat ini RC terancam dikenakan hukuman minimal empat tahun. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment