Dinas Peternakan Mimika Sita 17 Kg Daging Tidak Layak Konsumsi

Bagikan Bagikan
Daging yang disita Disnak Mimika dari sejumlah pedagang. (Foto : Acik)

SAPA (TIMIKA) - Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Mimika menyita 17, 52 Kg daging tidak layak konsumsi dari lapak di Pasar Sentral, Pasar Swadaya, toko-toko di Jalan Hasanuddin, Budi Utomo, Ki Hajar Dewantara, Yos Sudarso, Belibis dan Cendrawasih.
 
Daging yang disita  terdiri dari daging sapi 2,4 Kg, ayam 9,85 Kg, bebek 0,2 Kg, rusa 0,7 Kg, hati dan ampela ayam 3,37 Kg dan pentolan sapi 1 Kg.

Kepala Disnak Kabupaten Mimika, Yosefin Sampelino mengatakan kebutuhan daging semakin meningkat khusus menjelang hari raya besar keagamaan seperti Idul Fitri. Karena itu perlu diawasi agar tidak memjualkan daging yang bermasalah dan merugikan masyarakat selaku konsumen. 

"Sidak ini bertujuan untuk memastikan agar daging hewan untuk hari Idul Fitri harus layak dikonsumsi. Setiap daging yang akan dijual seharusnya tidak rusak, tidak mengadung formalin serta bebas cemaran microba," ungkap Yosefin di Jalan Budi Utomo, Senin (27/5).

Ia menjelaskan, kualitas daging yang dipasok dari luar Papua sebetulnya sangat bagus, tapi karena tidak diperhatikan secara baik saat bongkar dan muat maka semuanya menjadi rusak. Selain itu, di setiap toko kemungkinan terlalu lama disimpan di luar boks pendingin sehingga mudah rusak.

" Itu makanya kami rutin mengawasi sambil membina para pedagang itu supaya jelang hari raya kita tidak usah lagi kerja keras," jelasnya.

Setiap daging yang disita menurut dia, menjadi sampel agar diteliti di laboratorium untuk mengetahui kandungan microba dan formalinnya. Selain itu, untuk mengantisipasi adanya penyakit-penyakit berbahaya seperti flu burung, amstrak dan lainnya.

"Masyarakat juga harus jeli melihat kualitas daging yang akan dibeli. Layak dan tidaknya daging itu sebenarnya sangat nampak sekali baik dari segi warna dan aromanya," ujarnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment