Jelang Lebaran, Sebagian Pedagang Mulai Menaikkan Harga Bumbu Dapur

Bagikan Bagikan

Bumbu dapur. (Foto-Jefri Manehat)


SAPA (TIMIKA) - Hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah sudah didepan mata, sebagian pedagang di pasar mulai memanfaatkan momen ini dengan menaikkan harga barang, khususnya bumbu dapur. 

Seorang pedagang bawang yang ditemui Salam Papua di Pasar Sentral mengatakan, kenaikan harga bumbu dapur sudah terjadi di hampir semua pedagang. Hal ini lantaran dari pihak agen penyalur lebih dahulu menaikkan harga, dengan alasan naiknya harga juga terjadi di pusat. 

Naiknya harga bumbu dapur juga disebabkan ongkos pengiriman yang juga naik, sehingga harga jual bumbu yang diberikan kepada pembeli juga ikut dinaikkan.

"Kalau dari pusat harga barang sudah naik, ongkos kirim juga naik, lalu kami pedagang tidak menaikkan harga bagaimana mau dapat untung? Kami juga dapat untung tidak banyak, yang penting mencukupi biaya beli dari sana dan ongkos kirimnya. Memang banyak pelanggan yang komplain, tetapi syukur saat dijelaskan mereka mengerti," tutur Arifin seorang pedagang di Pasar Sentral saat diwawancara Salam Papua, Jumat (24/5). 

Sementara itu salah seorang pembeli bumbu dapur bernama Yosefin, mengakui adanya kenaikan harga bumbu dapur di pasar. Menurutnya, naiknya harga memang sangat meresahkan, tetapi apa boleh di kata karena pedagang pun membelinya dari agen.

"Kenaikan harga ini berlebihan, kasihan kami masyarakat kecil. Apalagi kalau yang jualan sayur keliling, harganya tetap tapi ukurannya yang dikurangi. Kami mau marah, tetapi melihat dari kenyataan bahwa di Jawa saja terjadi kenaikan harga, sudah pasti di daerah juga terjadi kenaikan harga," kata Yosefin yang ditemui Salam Papua di Pasar Gorong-gorong. 

Bumbu dapur yang mengalami kenaikan harga yaitu bawang merah, sebelumnya Rp40 ribu per kilo menjadi Rp70-80 ribu per kilo. Bawang putih sebelumnya Rp35-40 ribu per kilo naik menjadi Rp70-75 per kilo. Cabe rawit masih bertahan di harga Rp70 ribu per kilo sejak pagi hari, namun menjelang siang sudah ada yang menaikkan ke harga Rp100 per kilo. (Maria)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment