Kementerian Kelautan dan Perikanan Tinjau Cold Storage di PPI Poumako

Bagikan Bagikan
Bangunan cold storage di PPI Poumako. (Foto-Saldi)

SAPA (TIMIKA) - Kepala Dinas Perikanan Mimika, Leentje Siwabessy mengatakan bahwa, Direktorat Logistik Kementerian Kelautan dan Perikanan melakukan peninjauan terhadap Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Poumako untuk melihat cold storage yang dibangun dalam rangka memenuhi sarana dan prasarana di PPI itu sendiri, yang mana sebagai Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT).

“Hari ini kita sama-sama dengan mereka turun kelapangan untuk melihat itu. Sebetulnya kementerian sudah datang dari kemarin, dan hari ini kita sama-sama turun lihat lokasi cold storage yang dibangun  itu,” kata Leentje saat ditemui diruang kerjanya Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, jalan poros SP 3- Kuala Kencana, Senin (13/5).

Ia mengatakan, karena Mimika sebagai sentra kelautan dan perikanan terpadu di Propinsi Papua sehingga sarana dan prasaran pendukung harus mendukung. Dan untuk mendukung hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dalam hal ini Dinas Perikanan yang dibantu Kementerian Kelautan dan Perikanan memenuhi sarana dan prasarana tersebut. Salah satu yang dibangun yaitu cold storage dengan kapasitas 200 ton.

Sementara itu, saat ini sedang dibangun tambahan untuk jalan masuk untuk menuju lokasi cold storage, yakni dengan melakukan penimbunan jalan. Karena cold storage yang akan menampung persediaan hasil laut, maka dibutuhkan akses yang dapat memudahkan aktivitas pekerjaan di area itu.

Bahkan, kata dia, adanya cold storage juga sangat menunjang pelaksanaan PON XX mendatang, karena dari sektor perikanan saat PON nanti, tentunya penyediaan ikan harus banyak.

Sesuai petunjuk dan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pujiastuti, cold storage harus dikelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN), karena sentra kelautan dan perikanan terpadu merupakan tanggung jawab kementerian.

“Dan tahun ini juga kita minta kementerian untuk membangun lagi dermaga apung. Dermaga apung itu harus ada, dimana dermaga apung tersebut untuk mengurangi kecemburuan antara nelayan yang mempunyai kapal besar dan nelayan yang mempunyai alat tangkap atau kapal yang berukuran kecil,” terangnya.

Selama ini kapal-kapal berukuran kecil berlabuh jauh dari pelabuhan, karena sudah dipenuhi oleh kapal- kapal berukuran besar sehingga kapal-kapal berukuran kecil harus melakukan bongkar muat atau parkir area luar. Jika dermaga apung sudah ada, maka, semua jenis kapal yang berukuran kecil dapat melakukan bongkar muat di dermaga apung.  

“Kita juga saat ini sedang mengajukan permintaaan kepada pusat untuk bantu kita untuk perpanjang pelabuhan utama kita. Karena dengan kondisi pelabuhan kita saat ini dengan panjang 50 meter, tidak mencukupi bagi kapal-kapal yang bersandar di PPI tersebut. Mudah-mudahan saja permintaan tersebut bisa dijawab tahun depan sehingga pelabuhan tersebut bisa menampung semua kapal yang ada di PPI,” ungkap Leentje. (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment