Kepala Kampung di Jayawijaya Enggan Bekerja Sama Dengan Pendamping DAK

Bagikan Bagikan

SAPA (WAMENA) - Sejumlah kepala kampung atau kepala desa di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua dilaporkan enggan bekerja sama dengan petugas pendamping program dana alokasi kampung (DAK).

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (11/5), mengatakan akibat enggan bekerja sama itu, pelaporan tentang penggunaan DAK di sebagian kampung tidak berjalan baik.

Jhon belum mengetahui pasti alasan kepala kampung lebih memilih operator pribadi untuk mengerjakan laporan pertanggungjawaban, dibandingkan menggunakan tenaga pendamping kampung yang sudah dipercayakan pemerintah.

"Saya akan mengundang para kepala kampung untuk memberikan stressing lagi agar mereka bisa kerja sama dengan petugas pendamping. Selama ini para kepala kampung susah bekerja sama yang baik dengan petugas pendamping," katanya.

Menurut dia, petugas pendamping tingkat kampung yang sudah ditunjuk pemerintah harus dimanfaatkan oleh kepala-kepala kampung.

"Hampir semua pendamping kampung adalah adik-adik kita sendiri sehingga tahu bagaimana keadaan di kampung hingga distrik, dan mereka juga harus bertanggung jawab, pemerintah akan mengevaluasi serta memberikan masukan kepada mereka," katanya.

Walau mengharapkan keterlibatan petugas pendamping kampung, bupati berpesan untuk mereka tidak semena-mena mengatur kepala kampung.

"Mereka harus mengarahkan kepala kampung supaya lebih baik dalam pembuatan laporan," katanya.

Bupati mengatakan segera meminta rekomendasi dari Pemerintah Provinsi Papua untuk memperpanjang kontrak bagi pendamping yang bekerja dengan baik.

"Sebab ada pendamping yang berstatus mahasiswa, ini bagaimana bisa mendampingi kepala kampung kalau lebih fokus ke kuliahnya, ia cuma mendapat SK serta honor tapi tidak melakukan tugasnya dengan baik," katanya. (Antara)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment