Kovac Klarifikasi Andre Sang Pengamen Bukan Anak Vespa

Bagikan Bagikan
Foto bersama usai klarifikasi bersama Bung Andre sang Pengamen.(Foto-Acik)

SAPA (TIMIKA) - Koteka Vespa Club (Kovac) Timika mengklarifikasi Andre yang sebelumnya diberitakan sebagai pengamen pertama di Mimika bukan merupakan anggota komunitas atau anak Vespa.

Ilham yang merupakan salah satu pendiri Kovac Timika menuturkan, Kovac tidak mempesoalkan status Andre sebagai pengamen. Namun, sangat disesali ketika harus mengaku bergabung dalam komunitas vespa. Sebab, sejak awal berdirinya Covac di Mimika telah berkomitmen untuk tidak mengamen. Kovac tidak ingin dinilai sebagai komunitas yang jadi cikal bakal pengamen di Mimika.

“Yang kami jaga adalah jangan sampai ketika Andre jalan ke luar maka Kovac yang kena masalahnya. Memang anak-anak Kovac juga sering berkumpul sambil nyanyi-nyanyi. Kami juga tidak ingin masyarakat Mimika menganggap bahwa anak-anak vespa juga yang mengamen,” kata Ilham di kediamannya di Jalan Leo Mamiri, Selasa (14/5).

Ilham menjelaskan, awal pertemuan Andre bersama Kovac saat Kovac melaksanakan anniversary ke 10 tahun. Ketika sore harinya hendak melakukan touring, salah satu anggota Kovac bertemu dan bekenalan dengan Andre sehingga dijadikan tamu dalam perayaan anniversary itu.

Kovac juga sempat menawarkan untuk menumpang di sekret, tapi karena pembangunan sekret belum tuntas maka Andre meminta untuk menumpang di luar, di SP 2.

“Kami dari pengendara vespa jujur saja selalu dan siap membantu touring siapapun yang membutuhkan bantuan termasuk tumpangan untuk tempat tinggal. Kalau ditanya kenal atau tidak, kami akui bahwa kami mengenal Andre,” jelasnya.

Tapi untuk bergabung  di Kovac harus memenuhi dua syarat mutlak yaitu memiliki vespa dan SIM.  Selebihnya adalah mentaati aturan pendukung diantaranya, tidak mengonsumsi alkohol dan pecandu narkoba. Meskipun mengonsumsi alkohol, tetapi itu di luar dari kegiatan Kovac.

Saat ini menurut dia, yang diantisipasi Kovac adalah menghindari adanya aksi yang dilakukan anggota Kovac terhadap pengakuan Andre. Karena itu, klarifikasi ini akan disampaikan juga kepada seluruh anggota Kovac agar meskipun menemui Andre sedang mengamen maka itu tidak ada sangkut paut dengan komunitas vespa atau Kovac.

“Memang rekan-rekan Kovac yang mengetahui pemberitaan ini tidak emosi, tapi merasa heran saja kalau ada anggotanya yang mengamen. Karena mengamen itu tidak diperbolehkan di Kovac. Sejak awal pertemuan bersama Andre juga sudah disampaikan bahwa Kovac tidak boleh mengamen,” tuturnya.

Hal yang sama juga disampaikan Rusmadi yang juga anggota Kovac Timika. Menurut dia, Andre bukan  anggota Vespa,  Ia memperkenalkan diri sebagai anak Punk yang melakukan touring di Mimika. Karena itu, kovac Mimika sempat menolong Andre dengan menawarkan tempat tinggal.

Bergabung dalam kovac menurut dia, harus memiliki vespa, SIM dan harus dilantik. Sebelum dilantik juga harus melalui proses yang cukup panjang.

“Kami hanya ingin meluruskan pengakuan dari Andre supaya tanggapan masyarakat tidak negatif ke komunitas Vespa Timika. Soalnya kami merasa malu kalau ada anak vespa yang mengamen karena itu bukan tujuan kami,” tutur Rusmadi.

Sementara Andre mengatakan terkait dengan pemberitaan sebelumnya yang menuai protes tersebut, merupakan kesalahan dia dalam menyampaikan ke wartawan. Ia memilih untuk tetap berteman  dengan seluruh anggota Kovac Mimika. Tetap mau nongkrong dan menjalin silaturahmi bersama komunitas vespa.

“Selama saya touring di wilayah Papua, saya sering ditolong oleh teman-teman dari komunitas vespa untuk tumpangan. Karena memang komunitas vespa suka menolong orang-orang yang touring,” ungkap pria bertato asal Sumatera ini.

Ia mengatakan, mengetahui adanya peraturan di Kovac  termasuk larangan untuk mengamen. Ia  juga mengaku dirinya bukan sebagai anak Vespa, tapi merupakan anak Punk dan suka touring yang selalu berpindah-pindah. Dimana, tanggal 25 Mei mendatang akan melakukan touring ke Fak-Fak.

“Saya berterima kasih adanya komentar dari netizen yang telah membaca berita tentang diri saya yang mengamen. Sebab hal tersebut merupakan masukan-masukan positif yang menjadi pelajaran khusus selama melakukan touring,” kata Andre.

Ia mengatakan dirinya mengamen  setelah mendapat izin dari pemilik rumah makan. Jika pemilik rumah makan tidak mengijinkannya maka langsung berpindah tempat. Mengamen juga tidak menuntut bayaran, tapi hanya mengharapkan keikhlasan dari setiap pengunjung rumah makan di mana ia mengamen.

“Intinya kata ‘Gbung’ di pemberitaan sebelumnya kita ralat saja. Saya bangga mengenal teman-teman di Kovac Mimika,” katanya.

Sebelumnya anggota Kovac sempat mengklarifikasi langsung mendatangi redaksi Salam Papua. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment