Anak Amungme Harap Bupati Mimika Konsisten Terima CPNS 100 % Dari Amungme dan Kamoro Saja

Bagikan Bagikan
Kristian Balinol
SAPA (TIMIKA) - Anak asli  Amungme Kristian Balinol sangat mengharapkan Bupati Mimika konsisten dengan kebijakannya dalam peneriamaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang hanya diprioritaskan 100 % kepada dua suku Amungme dan Kamoro.

Kristian Balinol yang baru mendaftar mengikuti seleksi CPNS di Kabupaten Mimika saat ditemui di Kantor Pos, seusai memasukan perlengakapan melalui Kantor Pos, Kamis (16/5) mengungkapkan kebijakan yang telah diambil  oleh Bupati Mimika sesuai dengan apa yang menjadi impian dari anak- anak Amungme dan Kamoro.

Ia menilai penerimaan CPNS pada tahun-tahun sebelumnya tidak tepat katena tidak mengakomodir dua suku besar di Mimika ini. Karena lebih dominan diambil dari masyarakat non-Papua,

Sehingga ia berharap penerimaan CPNS tahun ini, dua suku besar di Mimika lebih diperhatikan.

“Kita minta Pemkab Mimika dalam hal ini Bapak Bupati Mimika betul-betul perhatikan kami. Karena dalam setiap kali tes apa saja di sini, lebih banyak diambil bukan orang Papua. Makanya  kadang saya  berpikir,  mungkin mereka menganggap orang Papua itu tidak punya skill atau kemampuan, atau bagaimanakah?.  Orang Papua itu tidak bodoh, orang Papua itu punya skill banyak yang diberikan Tuhan,  hanya saja pemerintah tidak perhatian serius terhadap anak-anak Papua, “ ungkapnya.

“Selama ini wajah kami boleh bersinar tapi hati kami sedih, karena kami sebagai putra daerah tidak diperhatikan baik. Kenapa harus dibeda-bedakan. Kami anak-anak putra daerah tidak bisa cari makan di daerah lain. Kami tidak terbiasa cari makan di orang punya daerah. Hal itu terjadi pada anak-anak Papua pada umumnya,” katanya menambahkan.

Kristian berharap Tuhan membuka mata hati para pemimpin di Pemkab Mimika untuk betul perhatikan anak-anak Amungme Kamoro sebagai generasi penerus yang siap untuk menjadi pemimpin di tanahnya sendiri dan siap menbangunPapua.

“Pemimpin itu harus beregenerasi,  artinya ada anak-anak Papua lain  yang siap untuk menjadi pemimpin.  Kalau bukan kami yang siap membangun tanah ini siapa lagi,” ujarnya.

Kristian juga berharap tes penerimaan CPNS ini tidak 100 persen menggunakan sistem online karena banyak anak asli Papua yang minim pengetahuan tentang internet dan komputer.

"Pemerintah harus jeli melihat hal tersebut,  sehingga anak-anak Papua tidak merasa disudutkan dan dikorbankan dengan adanya sistem online  tersebut," kata Kristian. (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

2 komentar: