Pembangunan Infrastruktur Kedepan di Papua Lebih Inklusif

Bagikan Bagikan
 CEO Papua One Star, Leonardus O. Magai. (foto-Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Infrastruktur merupakan elemen kunci untuk menopang terwujudnya Indonesia sebagai negara yang kompetitif dan sejahtera di segala bidang. Demikian disampaikan CEO Papua One Star, Leonardus O. Magai dalam diskusi bersama mahasiswa Papua di Bandung yang bertajuk “Review Pembangunan Infrastruktur di Era Jokowi untuk Papua”, Minggu (12/5), di Aula Alfamart Lantai II Jalan Lengkong Besar, Cikawao, Kota Bandung.

“Meningkatkan daya saing bangsa (dalam) pemerataan pembangunan infrastruktur di Papua,   banyak dilakukan di era (Presiden) Jokowi. Akan tetapi, pembangunan infrastruktur yang dilakukan di Papua masih dinilai kebijakannya tidak berpihak kepada orang asli Papua, bahkan kebijaksanaannya tidak inklusif,” kata Leonardus kepada Salam Papua dalam rilisnya yang diterima Minggu malam (12/5).

Lebih lanjut, Ia mengatakan sampai saat ini eksklusif pembangunan infrastruktur di Papua terlihat ketika orang Papua tidak merasa nyaman dan aman dalam komunitas mereka dengan ketergantungan alamnya yang sedang dirusak atasnama pembangunan. Padahal, orang Papua sangat bergantung pada alam sekitarnya sebagai sumber kehidupan.

“Pemerintah menetapkan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu sasaran prioritas selama 5 tahun terakhir, yang menargetkan perbaikan konektivitas antar-wilayah agar tetap memperhatikan nilai inklusivitas secara affirmative kepada orang asli Papua sehingga mereka juga diperhitungkan dalam pembangunan,” kata Leonardus.

Upaya pemerintah yang berhasil menaikkan peringkat daya saing pada periode 2017-2018 ke posisi 52 dari 138 negara, dari sisi pembangunan infrastruktur yang mempengaruhi sektor ekonomi membaik.

“Maka, sisi lain seperti sosial budaya serta hukum dan HAM, juga perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan oleh pemerintahan Jokowi periode berikutnya,” harap Magai.

Menutup diskusi itu, Leonardus meminta agar Pemerintahan Jokowi kedepan harus berpihak pada kebutuhan orang Papua.

“Agar pembangunan infrastruktur di Papua tidak dinilai eksklusif (dan) yang digencarkan saat ini banyak nyawa manusia melayang karena pembangunan infrastruktur,” tutup Leonardus. (Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment