Pemkab Publikasi Permendagri Nomor 120 Kepada Pejabat Eselon II & III

Bagikan Bagikan
Kegiatan publikasi Permendagri. (Foto-Jefri Manehat)

SAPA (TIMIKA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Bagian Hukum Setda Kabupaten Mimika melakukan publikasi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Republik Indonesia Nomor 120 Tahun 2018 Tentang Perubahan atas Permendagri Nomor 80 Tahun 2015 Tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah. Kegiatan publikasi Permendagri ini diikuti oleh para pejabat eselon II dan III lingkup Pemkab Mimika, Selasa (14/5).

Menurut Ketua Panitia Kegiatan, Yules Mirino, tujuan dilakukannya publikasi Permendagri kepada para pejabat eselon II dan III agar dapat menjadi pedoman atau acuan dalam pembentukan produk hukum daerah, dan memperoleh pengetahuan tentang bagaimana menuangkan materi muatan yang diatur ke dalam produk hukum daerah secara singkat dan jelas, dan dengan bahasa yang baik serta mudah dipahami oleh masyarakat.

“Kegiatan publikasi ini diharapkan kepada aparat Pemerintah Kabupaten Mimika untuk dapat mengetahui dan memahami Peraturan Mendagri Nomor 120 tahun 2018 tentang perubahan atas peraturan Mendagri Nomor 80 tahun 2015 tentang pembentukan produk hukum daerah, sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat, pemerintah dan pembangunan,” kata Yules dalam penyampaian laporan kegiatan di hotel Grand Tembaga, Selasa (14/5).

Sementara itu, Bupati Mimika melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, I Nyoman Putu Arka mengatakan, dalam pembentukan produk hukum daerah diperlukan adanya persiapan yang matang dan mendalam, serta pengetahuan mengenai materi muatan yang akan diatur dalam produk hukum daerah yang dibuat.

“Pengetahuan tentang bagaimana menuangkan materi muatan tersebut ke dalam produk hukum daerah secara singkat dan jelas dengan bahasa yang baik, serta mudah dipahami oleh setiap masyarakat atau para pengguna,” katanya.

Terkait hal itu juga, diperlukan suatu proses atau prosedur penyusunan produk hukum daerah agar lebih terarah dan terkoordinasi, dan harus disusun secara sistematis tanpa meninggalkan tata cara yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia dalam penyusunan kalimat.

Salah satu acuan yang harus digunakan dalam pembentukan produk hukum daerah adalah Permendagri Nomor 120 Tahun 2018.

“Semua ini demi terwujudnya efesiensi dan efektifitas administrasi penyelenggara Pemerintah daerah, serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat atas produk hukum daerah yang baik, mengikat dan aspiratif,” terangnya.

Melalui publikasi ini I Nyoman berharap semua aparat Pemerintahan di Mimika dapat melihat dan lebih mengetahui serta memahami Permendagri Nomor 120 tahun 2018, dan agar digunakan sesuai perkembangan kebutuhan masyarakat, pemerintah dan pembangunan di Mimika.

“Kepada semua pejabat dari masing-masing OPD di lingkup Pemkab Mimika, dapat mengikuti dengan baik. Agar semua peserta dapat mensosialisasikan kembali di lingkungan kerjanya masing-masing. Dan yang tak kalah penting, melalui publikasi peraturan perundang-undangan ini diharapkan akan ada kesamaan persepsi terhadap penyusunan naskah produk hukum daerah yang berdaya guna dan berhasil, guna dengan tetap memperhatikan parameter atau rambu-rambu penyusunan produk hukum daerah,” tuturnya.

Menjadi narasumber dalam kegaitan ini adalah Direktur Produk Hukum Daerah Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri RI, Sukoyo. Ia mengatakan kegiatan ini dalam rangka penguatan sebagai deteksi dini agar peraturan daerah (Perda) yang dibuat tidak lebih tinggi, atau bententangan dengan peraturan umum atau yang lebih tinggi.

Kemendagri juga akan terus mengawasi setiap perda yang ada di daerah agar nantinya menjadi bahan untuk di evaluasi.

Hal yang menjadi evaluasi dari Kemendagri adalah pelaksanaan perda. Karena dalam pelaksanaan dianggap melanggar aturan. Dengan melihat itu, perlu adanya sosialisasi sebagai edukasi terhadap perda yang sudah jadi dan belum.

“Sehingga mereka (masyarakat ) lebih mengerti dan memahami dan melakukan sesuai dengan apa yang ada didalam perda tersebut,” ujarnya. (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment