Penjambret Alkitab dan HP Mengaku Butuh Uang Untuk Kirim ke Istri

Bagikan Bagikan

Ipda Andi Suhidin

SAPA (TIMIKA) - Dua pelaku jambret atas nama RK alias Ramadan dan SS terhadap tas milik ibu Yohana Pariama berisi Alkitab  uang dan HP pada Kamis (9/5) malam, kepada polisi mengaku membutuhkan uang untuk kirim ke istrinya.

Kedua pelaku kini telah ditahan Kepolisian Sektor (Polsek)  Mimika Baru (Miru)  dan sementara menjalani proses penyelidikan lebih lanjut.

Kapolsek Miru melalui Kanit Reskrim Ipda Andi Suhidin menjelaskan dari keterangan kepada penyidik, pelaku mengaku baru pertama kali melakukan aksi kejahatan pencurian dengan kekerasan (curas) atau jambret.

"Tapi kita tidak mudah percaya dengan apa yang dikatakan oleh pelaku. Kita akan terus dalami,  mungkin saja ada komplotannya atau ada motif lain," kata Ipda Andi saat ditemui di ruang kerjanya di Pelayanan Polsek Miru,  Sabtu (11/5).

"Kita akan terus melakukan penyelidikan, pendalaman dan pengembangan berkoordinasi dengan Polres Mimika untuk mengetahui lebih lanjut apakah pelaku juga termasuk bagian dari pelaku sebelumnya atau bukan, karena di Timika saat ini juga marak dengan curas dan curanmor," ujarnya.

Andi menjelaskan, kejahatan tersebut  diketahui lebih pada  motif ekonomi,  dimana menurut keterangan pelaku RK bahwa ia ingin mengirim uang untuk istrinya yang sedang berada di luar Papua. Sedangkan pelaku SS mengaku ia lakukan kejahatan tersebut untuk mendapatkan uang mengurus surat-surat mencari pekerjaan.

"Sesuai keterangan yang kita terima dari pelaku,  bahwa pada saat di jalan, lewat korban (ibu Yohana Pariama - Red) dengan menggunakan motor dan pelaku melihat adanya tas yang saat itu dipegang oleh anak korban.  Karena melihat kesempatan tersebut pelaku mulai mengikuti korban dan melakukan aksinya. Tapi sayangnya pelaku tidak bisa menikmati hasil jambretnya karena berhasil diamankan warga setelah menabrak mobil," ujar Andi.

Menurut Andi, pada saat mengamankan pelaku,  polisi berhasil mengamankan juga barang bukti berupa  dompet berisi uang Rp 200 ribu, 1 buah handphone dan 1 buah Alkitab  milik korban yang sempat dibawa kabur pelaku. Polisi juga menyita kendaraan (motor)  milik pelaku.

Para pelaku, ungkap Kanit Reskrim Andi,  sesuai dengan kejahatan yang dilakukan dikenakan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, pelaku diancam hukuman 9 tahun penjara.

Untuk mencegah adanya tindak kejahatan curas, curanmor, dan kejahatan lainnya,  tutur Kanit Reskrim Andi, Polsek Miru terus melakukan patroli rutin pada tempat-tempat yang dianggap rawan,  dan juga penegakkan hukum,  Kepolisian akan memberikan tindakan yang tegas kepada para pelaku kejahatan dengan tidak memandang siapa orangnya.  (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment