Penyaluran Dana Kelurahan Wania Distrik Miktim Terkendala Kekosongan Bendahara

Bagikan Bagikan
Kepala Distrik Mimika Timur,  Marike Warinusi.(Foto-Jefri Manehat)

SAPA (TIMIKA) – Kepala Distrik Mimika Timur (Miktim) Marike Warinussy mengatakan bahwa, kekosongan posisi bendahara di Kelurahan Wania, menjadi kendala dalam penyaluran dana kelurahan. Dana tersebut akan disalurkan jika bendahara sudah ditentukan, selanjutnya Distrik akan merekomendasikan ke Bagian Hukum untuk menerbitkan SK.

Kekosongan posisi bendahara di Kelurahan Wania terjadi karena ada pengurangan pegawai, sehingga belum ada pegawai yang di tunjuk menjadi bendahara. Sehingga dari Tata Pemerintahan meminta  untuk mengambil dari Distrik (Distrik Miktim) untuk menjadi Bendahara. 

"Ada beberapa orang yang saya tawarkan untuk jadi bendahara,  namun tidak ada yang bersedia sehingga bendahara Kelurahan sampai saat ini belum ada,  dan kami juga terus berupaya untuk bisa adakan bendahara atau bisa ditunjuk siapa yang bisa menjadi bendahara, " ungkap Kadistrik Marike kepada Salam Papua saat ditemui di Grand Tembaga Hotel,  jalan Yossudarso,  Selasa (14/5) 

Sebagai Kepala Distrik yang punya tanggung jawab untuk mengawasi Kelurahan, Marike menyampaikan kepada Kepala Kelurahan untuk pada tahap pertama, dana ini diperuntukkan  untuk kegiatan yang menyentuh dengan kebutuhan masyarakat.

Saat ini di Distrik Miktim ada taman  wisata Om Darwis yang dibangun oleh Polsek dan Pramuka,  ia meminta agar taman tersebut dapat dimasukan kedalam  rencana kerja pembangunan kota (RKPK)  agar taman tersebut bisa dibenahi kedepan lebih baik lagi

"Karena tempat itu merupakan aset dari Distrik yang harus dikembangkan,  dimana saat ini sangat banyak pengunjung yang datang,  sehingga dengan adanya bantuan anggaran melalui penyaluran dana Kelurahan,  dan taman wisata dapat dikembangkan lagi, " ungkapnya

Selain permintaan tersebut,  Marike mengatakan penyaluran dan kelurahan tersebut  digunakan untuk perbaikan balai Kelurahan yang mana sudah terlalu lama dan tidak layak,  dan tempat tersebut setiap kegiatan selalu dipakai tempat tersebut,  sehingga harus diperbaiki

"Saya sudah sampaikan kepada Kepala Kelurahan, kalau bisa tahapan awal dana ini kita gunakan untuk pereharapan balai Kelurahan,  supaya kedepannya,  kegiatan- kegiatan keagamaan,  musyawarah atau kegiatan masyarakat bisa digunakan balai itu,  intinya dana itu untuk yang penting-penting dulu, " jelasnya.

Kadistrik Marike menyebut penyaluran dana Kelurahan pada tahap awal sebesar Rp192 juta dimana total secara keseluruhan dana Kelurahan sebesar Rp380 Juta

"Kita dari Distrik tentunya terus mengawasi agar penyaluran dana itu betul-betul menyentuh kepada masyarakat, " jelasnya. (Jefri Manehat) 
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment