Polisi Selidiki Penganiayaan Aktivis Mahasiswa Usai Demo

Bagikan Bagikan
Fasilitas di Gedung DPRD Riau yang rusak akibat demonstrasi mahasiswa.(Foto-Antara)

SAPA (PEKANBARU) - Polresta Pekanbaru menangani kasus penganiyaan yang dialami Presiden Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Yudi Utama Tarigan, hingga mengalami luka cukup parah di sekujur tubuhnya.

Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto di Pekanbaru, Jumat (24/5), mengatakan perkara tersebut saat ini ditangani oleh jajaran Kepolisian Sektor Tampan, Kota Pekanbaru.
"Polresta Pekanbaru sudah terima laporan dan sedang ditangani oleh Polsek Tampan," katanya.

Namun, Sunarto belum mengetahui sejauh mana hasil penyelidikan yang dilakukan oleh jajaran Korps Bhayangkara dalam perkara pengeroyokan melibatkan sejumlah orang tak dikenal tersebut.

"Belum ada laporannya berapa yang sudah diperiksa," ujarnya.

Penganiayaan Yudi sendiri diduga kuat ada kaitannya dengan demo yang digelar mahasiswa di gedung DPRD Riau pada Selasa sore (21/5) tengah pekan ini. Demonstrasi tersebut berlangsung panas hingga sempat terjadi bentrokan antara mahasiswa dan aparat pengamanan.

Selang beberapa jam kemudian, Yudi dianiaya sekitar pukul 02.00 WIB pada Rabu dini hari (22/5).

Kejadian penganiayaan berawal ketika Yudi mendapatkan telpon dari salah satu temannya dari salah satu organisasi eksternal kampus mengajak bertemu karena ingin meminta bantuan kepada Presma UIN tersebut.

"Karena saya juga bagian dari organisasi eksternal jadi tidak curiga sama sekali gitu, saya tanya ada apa tu, dia bilang ada perlu sama Presma mau minta tolong katanya, makanya saya mau," cerita Yudi beberapa waktu lalu.

Mereka kemudian bertemu di Jalan HR Subrantas tepatnya di depan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan, sekitar pukul 02.00 WIB. Pada saat pertemuan itulah terjadi aksi penyerangan yang dilakukan beberapa orang dengan cara memukuli kepala bagian belakang korban.

Akibat kejadian itu korban sempat mendapat perawatan intensif di rumah sakit setempat hingga kasusnya ditangani polisi. (Antara)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment