Presentase Kelulusan SMA/SMK Ditentukan Oleh Sekolah

Bagikan Bagikan
Euforia kelulusan SMA dan SMK di Mimika.(Foto-Acik)

SAPA (TIMIKA) Ketua Panitia Ujian Nasional (UN) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mimika, Manto Ginting menyampaikan bahwa, presentase kelulusan untuk Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan (SMA/SMK) tahun 2019, ditentukan oleh masing-masing sekolah pelaksana Ujian.

Saat dihubungi via telepon, Manto mengatakan, tidak bisa menyampaikan presentase kelulusan atas hasil UN SMA/SMK se Mimika karena hal itu diumumkan di masing-masing sekolah berdasarkan hasil rapat dewan guru. Kelulusan siswa ditentukan dengan beberapa kriteria yakni, berkelakuan baik, mengikuti pembelajaran selama tiga tahun dibuktikan dengan nilai raport dan mengikuti UN. Keempat, lulus ujian sekolah dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dengan nilai standar minimal yang ditentukan oleh pihak sekolah.

“Kami dari dinas tidak bisa tahu data kelulusan dari setiap sekolah karena sekarang masing-masing sekolah yang tentukan. Tapi biasanya untuk semua siswa yang mengikuti UN, dipastikan lulus semuanya,” katanya, Senin (13/5).

Adapun data kelelusan dari beberapa sekolah yang dihimpun Salam Papua. Kelulusan untuk SMAN 1 mencapai 100 persen dari jumlah siswa yang mengikuti UN sebanyak 375 orang yakni 11 siswa dari jurusan Bahasa, 133 jurusan IPS dan 231 dari jurusan IPA.

“Nilai tertinggi adalah 75,5 diraih siswa bernama Ahmad dari jurusan IPA. Bahasa Indonesianya dapat nilai 98, artinya cuma salah satu. Itu buat kita bangga," kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Boni Silaban di SMAN 1.

Presentase kelulusan untuk siswa SMK Tunas bangsa hanya 97,5 persen dari jumlah siswa yang mengikuti UN sebanyak 81 orang.  81 siswa ini merupakan angkatan ke 17 setelah sekolah yang terletak di Jalan Cendrawasih ini didirikan.

“Kita bersyukur juga untuk angkatan ke 17 ini ada satu siswa yang raih nilai tertinggi yaitu, 94,0 khusus Bahasa Indonesia,” ungkap Kepala SMK Tunas Bangsa, Geradus Gadu.

Penerimaan amplop kelulusan langsung dihadiri oleh setiap orang tua siswa. Hal ini juga sering berlaku pada pembagian raport ujian semester. Hal ini dilakukan agar diketahui bahwa hasil yang diraih oleh setiap siswa merupakan hasil yang berdasarkan upaya bersama pihak sekolah dan orang tua.

“Memang yang terdaftar sebanyak 83 siswa, tapi karena  dua orangnya dinyatakan mengundurkan diri maka yang ikut UN hanya 81 orang saja.  Itu berarti yang lulus tahun ini hanya 97,5 persen saja,” jelasnya. (Acik).
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment