Profesionalisme Faktor Utama Tunjuk Seseorang Jadi Pejabat di Maluku Tenggar

Bagikan Bagikan
Pelantikan dan pengambilan sumpah terhadap 45 pejabat struktural eselon III dan IV.(Foto-Antara)

SAPA (LANGGUR) - Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun menyatakan profesionalisme adalah faktor utama yang menjadi pertimbangan dalam penunjukan seseorang menjadi pejabat struktural di lingkup pemerintah daerah itu.

"Perlu dicamkan, jangan pernah di luar sana mengisukan tentang hal-hal terkait perbedaan-pebedaan baik agama, suku/ras, golongan dan kepentingan tertentu, karena saya hanya menuju pada profesionalisme dan seusai pangkat dan golongan yang dimiliki oleh seseorang untuk menduduki jabatan tertentu di lingkup Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra)," kata Thaher di Langgur, Minggu (26/5).

Ia menegaskan hal tersebut terkait pelantikan dan pengambilan sumpah terhadap 45 pejabat struktural eselon III dan IV beberapa waktu lalu.

“Andaikan ada saudara kandung saya, tetapi tidak mampu melaksanakan tugas maka tidak akan diberikan jabatan, karena yang saya utamakan yakni profesionalisme," kata Thaher.

Pelantikan 45 pejabat struktural itu merupakan pertama kali dilaksanakan oleh Pemkab Malra paska pelantikan Thaher dan Petrus Beruatwarin selaku Bupati dan Wakil Bupati Malra, dan lebih banyak mengisi jabatan yang kosong.

"Pelantikan pejabat struktural bukan hanya kali ini, akan ada pelantikan selanjutnya, karena jumlahnya terlalu banyak. Paling tidak dalam akhir bulan ini atau dalam bulan depan akan kita lantik lagi yang berikutnya," kata Thaher.

Ia menjelaskan, pelantikan pejabat struktural itu bagian dari kehidupan organisasi dalam rangka memantapkan dan peningkatan kapasitas kelembagaan, dan dari sudut kepentingan organisasi adalah bukan sekadar menempatkan figur-figur pejabat pada jenjang jabatan dan kepentingan tertentu, melainkan lebih diutamakan untuk melakukan pembenahan dan pemantapan organisasi dalam rangka peningkatan kinerja penyelenggaraan tugas dan pelayanan publik agar tetap berjalan terutama berkaitan dengan prioritas pembangunan di daerah.

Thaher menyatakan dirinya memahami ada kecemburuan, tetapi semua orang punya kesempatan untuk menduduki satu jabatan.

"Mari kita perbaiki kinerja, kedisiplinan kita, sehingga akhirnya akan kita menentukan sesuatu yang baik untuk para pegawai," katanya.

Ia mengatakan untuk menciptakan sosok PNS profesional, cakap, dan trampil dalam mengelola tugas pokok dan fungsi serta menjunjung etika, maka dalam seleksi aparatur yang akan memangku jabatan struktural didasari dengan prinsip-prinsip profesionalisme sesuai dengan kompotensi, prestasi kerja dan jenjang pangkat yang ditetapkan untuk jabatan tersebut. (Antara)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment