Satlantas Bubarkan Konvoi Pelajar yang Merayakan Kelulusan

Bagikan Bagikan
Kasatlantas AKP Indra Budi Wibowo memimpin langsung penertiban konvoi pelajar. (Foto-Istimewa)

SAPA (TIMIKA)  - Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Mimika,  AKP Indra Budi Wibowo bersama anggotanya melakukan pengejaran dan membubarkan para pelajar tingkat SMA/SMK yang melakukan konvoi setelah mendengar hasil kelulusan di sekolahnya masing-masing.

“Kami tidak memperbolehkan adanya kegiatan konvoi yang dilakukan oleh pelajar. Namanya siswa, berarti belum cukup umur untuk membawa kendaraan, apalagi tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM). Bagaimana bisa mendapatkan SIM jika umur saja belum cukup untuk mendapatkan izin mengemudi. Karena itu, tidak diizinkan adanya konvoi kendaraan yang dampaknya bisa saja merugikan siswa itu sendiri dan orang tua,” kata AKP Indra saat ditemui disela-sela penertiban didepan Kencana Market, Jalan Cenderawasih, Senin (13/5).

Ia menjelaskan bahwa larangan konvoi oleh pelajar dikarenakan berbagai alasan, yaitu mengganggu aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas dan mencegah terjadinya kecelakaan serta keributan. Jika konvoi tetap dilakukan sehingga terjadi kecelakaan maupun hal-hal yang tidak diinginkan, AKP Indra pertanyakan siapa nantinya yang akan rugi dan siapa juga yang akan bertanggungjawab.

“Intinya niat kami ini baik, walaupun sedikit keras untuk membubarkan adik-adik ini. Kalau terjadi apa-apa dengan mereka di jalan raya seperti kecelakaan, kasian orang tuanya dan kasihan anak itu sendiri. Kalau kecelakaan, maka siapakah yang akan disalahkan? Sehingga kami tidak mengeluarkan izin konvoi pelajar saat merayakan kelulusan,” tuturnya.

Tidak melakukan konvoi saja, Indra mengatakan para pelajar sudah melanggar aturan lalu lintas. Bahkan, sebagian dari kendaraan roda dua yang digunakan juga tidak dilengkapi seperti kaca spion, plat kendaraan, tidak menggunakan helm dan suara knalpot yang nyaring. Sehingga, dalam patroli yang dilakukan, tiga unit sepeda motor diamankan pihaknya, dua diantaranya telah dikembalikan karena pemilik motor tidak terlibat dalam kegiatan kelulusan siswa SMA/SMK.

“Anak-anak ini sudah sangat melanggar. Kami sudah imbau untuk kembali ke rumah masing-masing setelah mendengar hasil kelulusan, tetapi tidak ada yang mendengar. Sehingga kami pastikan jika sudah dibubarkan tetapi tetap konvoi dan terjadi sesuatu, maka pelajar tersebut kami tilang dan kendaraannya baru bisa diproses setelah hari raya Idul Fitri,” katanya.

Pantauan Salam Papua dilapangan, tepatnya di Jalan Cenderawasih, sekitar pukul 11.00 WIT para pelajar sudah berkumpul dengan menggunakan kendaraan masing-masing dan membawa serta perlengkapan spidol dan pilox. Setelah hasil ujian diumumkan, para pelajar mulai bergerak mengelilingi seputaran Jalan Cenderawasih. Sebagian badan jalan bahkan dipakai oleh pelajar untuk ugal-ugalan dan melakukan atraksi berbahaya. Aksi itulah sehingga Satlantas terus melakukan patroli untuk menjaga keamanan dan kelancaran arus lalu lintas. (Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment