SMK Petra Syukuri Kelulusan Dengan Melaksanakan Ibadah Bersama

Bagikan Bagikan
Para Siswa SMK Petra dengan Jas yang rapi seusai mendengarkan hasil kelulusan dan ibadah bersama.(Foto-Jefri Manehat)

SAPA (TIMIKA) – Berbeda dengan sekolah dan pelajar SMA/SMK Lain di Kabupaten Mimika, SMK Petra memilih melaksanakan ibadah bersama setelah mendapatkan hasil kelulusan tahun 2019. Tidak ada kegiatan konvoi atau coret-coret seragam didalam lingkungan sekolah, karena semua siswa yang akan menerima hasil ujian diwajibkan menggunakan pakain rapi. Laki-laki menggunakan setalan Jas, dan perempuan menggunakan kebaya. Ibadah bersama diikuti siswa, para guru dan orang tua.

“Untuk tahun ini, kita tidak arahkan anak- anak yang lulus untuk melakukan pawai dijalan dan juga mencoret- coret seragam. Sehingga seragam yang ada nantinya bisa digunakan atau diberikan kepada adik- adik. Jikapun ada anak- anak yang melakukan pawai atau coret- coret seragam, itu mungkin diluar pengawasan kita,” tutur Kepala Sekolah SMK Petra, Fredik  Yembise  saat ditemui di halaman Sekolah SMK Petra, Jalan Budi Utomo, Senin (13/5).

Ibadah bersama sebagai ucapan syukur kepada Tuhan atas apa yang diterima dengan harapan kedepan anak-anak menjadi lebih baik dan berhasil. 

“Sebelumnya kita sudah arahkan kepada siswa- siswi dan juga orang tua pada saat pengumunan kelulusan, tidak ada yang melakukan coret- coret baju seragam, untuk mengatasi hal tersebut para siswa- siswi diarahkan untuk mengenakan jas yang rapi bagi kaum pria dan kebaya bagi kaum wanita, pada saat mendengar hasil kelulusan sekolah ,” ungkapnya

Kepada Salam Papua, Kepsek Fredik menuturkan hasil kelulusan SMK Petra tahun 2019 tidak 100%, hanya 97% saja dimana 5 orang dinyatakan tidak lulus  

Ia menuturkan tidak lulusnya 5 orang tersebut karena pada saat pelaksanaan Ujian , ke-5 orang siswa tersebut tidak mengikuti ujian sehingga dinyatakan tidak lulus . nama- nama 5 orang siswa tersebut kata Kepsek sudah masuk dalam peserta ujian namun pada saat pelaksanaan tidak mengikuti ujian

Sebanyak 171 siswa yang mengikuti ujian dan semua yang mengikuti ujian dinyatakan lulus, dan 5 orang yang dinyatakan tidak lulus kata Kepsek Fredik mengatakan akan mengikuti ujian pada tahun berikutnya sehingga bisa lulus ada tahun depannya , itupun kalau ada kemauan dan kesadaran dari ke5 siswa tersebut. (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment