Stasiun Karantina Sarankan Pemkab Mimika Bentuk Tim Pengendali Inflasi Daerah

Bagikan Bagikan
Kepala Stasiun Karantina Pertanian Timika,  Tasrif.Istimewa)
SAPA (TIMIKA) -  Kepala Stasiun Karantina Timika,  Tasrif menyarankan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Mimika membentuk  Tim Pengendalian Inflasi Daerah  agar bisa mengendalikan harga barang khsususnya harga pangan selalu melonjak tinggi saat menjelang hari raya, seperti Lebaran tahun ini.

Ia menjelaskan, Tim Pengendali Inflasi Daerah tersebut bertugas mencari tahu data tentang pemasukan distribusi yang dilalulintaskan,  antara distribusi dan ketersediaan sebelum terjadi lonjakan harga. Karena tim pengendali inflasi daerah, selain sebagai informan juga memberikan masukan, sehingga pemerintah dapat mengantisipasi hal tersebut.

"Ini yang perlu kita sama-sama sikapi isu nasional ini.   Pemerintah Kabupaten bersama instansi terkait juga harus sikapi isu tersebut,  agar dapat memberikan informasi dan angin segar kepada masyarakat. Dan masayarakat  juga merasa pemerintah kabupaten ada perhatian kepada masyarakatnya, " kata Tasrif saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor Karantina Pertanian,  Jalan Yos sudarso KM5,  Jumat (24/5). 

Selain untuk mencari tahu tentang harga barang,  Tim Pengendali Inflasi juga akan bekerja sama dengan pelaku usaha lain antar daerah untuk menambah ketersediaan pasokan pangan.

Tasrif menyebut melonjaknya harga barang menjelang hari raya kadang terjadi karena ada yang sengaja mensiasati hal tersebut. 

“Harga bawang sekarang sudah melambung tinggi dan harga sembako pun akan ikut melambung tinggi jika tidak diantisipasi dengan baik oleh pemerintah,” katanya.

Dijelaskan, untuk melakukan pengendalian terhadap harga barang,  harus mengetahui distribusi pangan yang tersedia.

"Kita harus tahu dan  mendapatkan informasi ketersediaan pangan di kabupaten seperti apa.  Untuk mengendalikan tentu kita harus punya data atau informasi yang jelas. Ketersediaan barang- barang yang ada pada lokal dengan kapasitasnya berapa banyak?  Juga harus diketahui pula yang ada di luar,  sehingga gejolak pasar cepat diketahui, " jelasnya.

Jadi kata Tasrif, yang digali adalah ketersedian pangan. Contohnya bawang merah dan bawah putih, apakah ada pada  petani di  lokal Timika  tidak. Kalau ada berapa banyak. Dan kalau tidak ada, apa yang harus dilakukan. Dari mana informasi itu didapatkan yakni dari tim Pengendalian Inflasi Daerah.

"Untuk itu semua instansi harus bekerja sama dengan baik untuk mengendalikan kenaikan harga,   saling memberikan informasi, saling mengingatkan dan memberikan masukan agar masyarakat  merasakan adanya perhatian. Ini juga untuk kebaikan kita semua,  karena bagaimanapun aparat pemerintah, jika kembali ke rumah akan  menjadi masyarakat dan bisa merasakan kenaikan harga barang tersebut, " katanya.  (Jefri Manehat) 
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment