Terbukti Bawa Sajam, Polisi Tetapkan “H” Sebagai Tersangka pada Aksi Protes Hasil Pemilu PPD Miru

Bagikan Bagikan
Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP I Gusti Agung Ananta. (Foto-Salma)

SAPA (TIMIKA) – Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP I Gusti Agung Ananta mengatakan, pihaknya telah melakukan gelar perkara terhadap lima orang yang diamankan saat melakukan aksi protes atas hasil pleno penghitungan suara pemilu 2019 tingkat Distrik Mimika Baru (Miru) di Graha Eme Neme Yauware beberapa waktu lalu. Di mana, satu orang ditetapkan sebagai tersangka lantaran terbukti membawa senjata tajam (sajam), sementara empat orang lainnya berstatus sebagai saksi.

“Dari hasil gelar perkara saksi-saksi, bahwasannya ditemukan ada senjata tajam atau parang yang (Dibawa oleh-red) berinisial H. Sementara empat lainnya wajib lapor saja,” ujar Kasat Reskrim saat ditemui di Hotel & Resto Cenderawasih 66, Senin (13/5).

Ia mengatakan, tersangka terancam Undang-undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 karena terbukti membawa senjata tajam dengan hukuman pidana diatas lima tahun.

“Tersangka tidak menyampaikan membawa sajam kepada sopir, dan menutupinya menggunakan kain loreng.  Apapun alasan, tidak dibenarkan membawa sajam,” kata Kasat Reskrim.

“Sementara oknum calon legislatif (caleg) berinisial ‘OL’ hingga kini masih dijadikan saksi. Jika ada temuan maka kita koordinasi dengan Bawaslu,” ujarnya menambahkan.

Sekedar diketahui, aksi protes yang dilakukan bermula saat massa yang berjumlah sekitar 50-an orang sengaja memadati gerbang masuk Graha Eme Neme Yauware pada Kamis (9/5) sekira pukul 00.30 WIT, kemudian melakukan aksi penolakan atas hasil pleno PPD Miru.

Lima orang yang berhasil diamankan langsung dimintai keterangan di Polsek Mimika Baru guna mengetahui motif dan siapa aktor intelektual di balik aksi tersebut. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment