Wabup Mimika Sebut Kondisi Pelayanan di Disdukcapil Ribut Seperti Pasar

Bagikan Bagikan

Wakil Bupati Kabupaten Mimika, Yohanis Bassang. (Foto-Jefri Manehat)
SAPA (TIMIKA) – Setiap hari kerja banyak masyarakat terlihat antri memenuhi ruangan Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk pengurusan administrasi kependudukan. Melihat kondisi itu, Wakil Bupati (Wabup) Mimika, Yohanis Bassang pertanyakan ada apa sehingga kondisi itu terus-terusan terjadi.

"Saya lihat macam ribet sekali itu pelayanan di kantor Disdukcapil. Banyak masyarakat ribut kaya (seperti) pasar saja," ujar Bassang saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (27/5).

Menilai bahwa pelayanan Disdukcapil Mimika terkesan ribet, Wabup memberikan gambaran terkait pelayanan masyarakat yang dilakukan Disdukcapil Gorontalo. Pelayanan yang dilakukan adalah dengan cara berpindah-pindah dari satu distrik ke distrik lainnya sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

Dalam satu bulan, Disdukcapil melakukan pelayanan berupa pendataan maupun pengurusan administrasi atau dokumen kependudukan pada satu distrik. Selanjutnya, di bulan berikutnya, pelayanan berpindah lagi ke distrik lainnya, begitu seterusnya. Tentunya cara yang dilakukan itu tidak akan membuat kantor Disdukcapil dipenuhi oleh masyarakat.

Oleh karena itu, Wabup mengajak Disdukcapil agar lebih kreatif dalam memecahkan suatu masalah yang terjadi.

"Kalian adalah eksekutor, pemecah masalah, sehingga duduk untuk berpikir, untuk atasi masalah- masalah dan mencari solusinya bagaimana. Dan solusi yang ditawarkan bisa diprogramkan kedepan. Harus ada kreatifitas untuk mengatasi hal itu," terang Wabup Bassang. (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Supaya tidak ribut, alangkah bijaknya. Pengurusan KTP diserahkan ke distrik masing-masing....

    ReplyDelete