Biaya Kargo Dan Bagasi Naik, Di Papua Harus Ada Petisi Ke Presiden

Bagikan Bagikan
Yohanis Felix Helyanan (Foto Acik)

SAPA (TIMIKA) – Naiknya harga  tiket pesawat membuat biaya kargo dan bagasi juga ikut naik. Karena itu, masyarakat Papua harus mengirim petisi yang dikoordinir oleh Gubernur, Bupati dan Wali Kota kepada Presiden agar masyarakat tidak menjerit lantaran tidak berimbangnya penghasilan dan biaya transportasi udara.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Mimika, Yohanis Felix Helyanan mengatakan, sangat disayangkan katena harga tiket yang berlaku tidak mempertimbangkan daerah-daerah kepulauan  khususnya dari Papua.

Sebab, tidak semua orang Papua mempunyai penghasilan yang besar dan mampu membeli tiket pesawat dengan harga yang melambung itu.

“Petisi ini jangan ke Menteri Perhubungan karena yang dia bicarakan soal batas harga saja, tapi tidak berbicara tentang dampak yang dirasakan masyarakat. Beberapa hari lalu kami datang dari Jakarta dikenakan biaya Rp 300 ribu per satu kg bagasi. Sedangkan di kargo itu minimal Rp 100 ribu lebih per kg dan minimal kargo itu sebanyak 10 kg,” katanya di Kantor DPRD Mimika, Kamis (13/6).

Dikatakan, berbicara persoalan batas harga atas dan bawah tetap saja tidak dinikmati masyarakat. Apalagi ketika masyarakat mengalami musibah adanya kelurga yang meninggal dan jasadnya harus dikubur ke kampung halaman, tentunya harga tiket akan semakin tinggi. Demikian juga dengan masyarakat yang hendak memberangkatkan anak-anaknya bersekolah di luar Timika.

Kesulitan juga dialami oleh para pengusaha yang mengirimkan barang melalui kargo sehingga hal ini juga tetap berdampak pada masyarakat selaku konsumen.

Sebagai contoh, pedagang pakaian membayar biaya kargo dengan harga yang mahal maka pakaian yang mereka jual akan dikenakan harga yang naik.

“Jadi jangan kaget kalau tiba-tiba harga pakaian di Timika mahal dan harga dagangan yang lainnya juga melonjak. Karena memang biaya kargo naik dua sampai tiga kali lipat. Ini dampak dari mahalnya tiket pesawat,” jelasnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment