Halal Bi Halal HMI Komisariat Mimika, Merajut Silaturahmi Dalam Bingkai Keberagaman

Bagikan Bagikan
Foto Bersama Ustad Taher dengan Pengurus HMI Komisariat Mimika, Ketua dan Sekretaris KAHMI Mimika, Organisasi Kampus dan OKP Lainnya. Foto (Jefri Manehat)

SAPA (TIMIKA) - Untuk merajut silaturahmi dalam bingkai keberagaman,  Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)  Komisariat Mimika bersama Korps Alumni HMI (KAHMI)  menggelar Halal Bi Halal sekaligus silahturahmi Idul Fitridi salah satu hotel di Timika, ,  Jumat (14/6).

Halal Bi Halal berarti saling memaafkan. Halal Bi halal tersebut bertujuan untuk meningkatkan tali silaturahmi dan keharmonisan baik semua anggota HMI dan semua alumni HMI  dan juga semua elemen masyarakat yang ada di  Kabupaten Mimika.

"Selama satu bulan kita telah berpuasa,  dan disitu kita diuji dengan berpuasa, semoga dengan puasa yang telah dilalui dapat merubah aspek kehidupan kita, " kata Ketua HMI Komisariat Mimika,  Daus Wazdi, 

Halal Bi halal,  jelas Daus adalah momentum yang tepat untuk merajut kembali persatuan dan mengarahkan kembali HMI dengan program HMI  untuk meningkatkan HMI ke depan lebih baik.

Daus mengakui, bahwa HMI di Mimika masih tergolong muda usianya, tapi HMI tidak surut dengan perubahan waktu,  HMI akan  terus berkarya dengan melibatkan masyarakat untuk merangkul dan merajut kembali persatuan di Kabupaten Mimika.

Sementara Ketua KAHMI Mimika,  Suraya Madubun, meminta maaf dan dimaafkan adalah hal yang terpuji.

Suraya mengatakan, silaturahmi selain mengikat kembali persatuan, juga dapat memberikan umur yang panjang. Menjalin silaturahmi tidak hanya dengan satu kelompok atau dengan sesama agama saja, melainkan harus dengan  siapa saja,  apalagi pada lingkungan yang beragam seperti di Mimika. 

Ia menyarankan kepada HMI Komisariat Mimika untuk dapat melakukan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga  dapat merangkul masyarakat untuk menjaga keberagaman di Mimika.

"Keberagaman ada dua kata dasar ragam dan beragama artinya tidak hanya ada satu suku,  satu agama,  kita hidup dalam keberagaman. Beragam buka hanya pada  satu saja (Islam)  atau yang lainnya tapi beragam cakupannya luas, " ungkap Ustad Taher dalam Tausyiahnya 

Ustad mengatakan,  hidup itu haruslah saling memaafkan. Memaafkan orang lain adalah satu tindakan yang sangat luar biasa. Orang yang suka memaafkan akan dimuliakan Allah pada saatnya.

"Memaafkan jangan mengharapkan balasan tapi karena  keiklasan hati, dan kedepankan rasa sabar. Bersabar dalam menjalankan sesuatu dan apapun pekerjaan kita harus berlandaskan Tuhan,  agar semua yang dilakukan bisa berjalan dengan baik. Karena secerdas apapun harus terus bersyukur kepada Allah SWT dan tanamkan hal tersebut sehingga menjadi terbiasa, " ujarnya.  (Jefri Manehat) 
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment