Jumlah Perolehan Kursi dan Caleg Terpilih Baru Diketahui Selesai Sengketa di MK

Bagikan Bagikan
Komisioner Divisi Teknis KPU Mimika, Dedy N. Mamboay. (Foto-Saldi)

SAPA (TIMIKA)  – Komisioner Divisi Teknis KPU Kabupaten Mimika, Dedy Mamboay menegaskan, perolehan jumlah kursi dan calon legislatif (Caleg) terpilih pada pemilihan legislatif (Pileg) di Mimika baru diketahui atau disampaikan penyelenggara setelah sengketa terkait Pileg di Mahkamah Konstitusi (MK) selesai disidangkan.

Hal ini perlu untuk diketahui agar para pihak yang berkepentingan terutama caleg dan partai politik (parpol) tidak memperoleh informasi simpang siur di luar dari penyelenggara, serta masyarakat tidak sembarangan menyebarkan informasi tidak benar yang diperoleh tidak secara keseluruhan.

“Suara itu belum final. Ada dua SK yang harus dikeluarkan oleh KPU, yaitu SK perolehan kursi dan  SK caleg terpilih. Untuk itu KPU masih tunggu hasil sengketa ini, KPU Kabupaten Mimika saat ini baru masuk dalam (tahapan) registrasi,” kata Dedy di kantor KPU Mimika, Jalan Hasanuddin, Rabu (12/6).

Informasi sementara yang diperoleh KPU Mimika berkaitan dengan sengketa Pileg, saat ini terdapat tiga gugatan di MK terhadap KPU Mimika, yakni dari partai Golkar yang menyengketakan perolehan suara untuk DPR RI dan DPD, serta Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang menyengketakan perolehan suara DPR RI.

“Yang kami dengar mendaftarkan gugatan itu Golkar ada laporan untuk DPD dan DPR RI, sama PKB untuk DPR RI. Sehingga itu yang kami masih tunggu kabupaten/kota registrasi dan kita dijadwalkan kapan (Sidang-red),” ujarnya.

Bahkan, setelah proses registrasi dan sidang di MK selesai, KPU masih menunggu lagi petunjuk teknis (Juknis) dari KPU RI melalui KPU Provinsi Papua terkait dengan pleno penetapan jumlah perolehan kursi parpol dan caleg terpilih.

“Semua sudah selesai baru kita tunggu juknis dari KPU RI melalui KPU provinsi untuk perolehan jumlah kursi dan caleg terpilih kita plenokan. Sehingga untuk hasil rekap kemarin, kami tidak akan merubah dengan apa yang sudah ada. Tapi pada intinya, (dengan) dasar itu bahwa kami punya sistem, di teknis juga ada, untuk menghitung itu sesuai dengan sistem Sainte Lague yang digunakan, bilangan ganjilnya,” terangnya. (Saldi)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment