Kapolsek Miktim yang Baru Diatensikan Berantas Miras Lokal

Bagikan Bagikan
Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto menyematkan tanda jabatan Kapolsek kepada Iptu Wiltson Rihard Latuasan sebagai Kapolsek Miktim yang baru. (Foto-Saldi)


SAPA (TIMIKA) – Setelah dikukuhkan untuk memikul tanggung jawab jabatan sebagai Kapolsek Mimika Timur (Miktim), Iptu Wiltson Rihard Latuasan mendapat atensi dari Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto untuk memberantas peredaran minuman keras (Miras) beralkohol buatan lokal, atau yang kerap disebut Milo.   

“Di Mimika Timur, itu beberapa kali kita lakukan razia, penutupan, pembubaran terhadap penyulingan minuman keras lokal. Nah, ini saya harapkan agar tetap ditingkatkan lagi,” kata Kapolres kepada Kapolsek Miktim dalam acara serah terima jabatan dan pengukuhan Kapolsek Miktim dan Kapolsek Jila yang baru, di Mako Polres Mimika, Jalan Agimuga-Mile 32, Jumat (14/6).

Kapolres meminta Kapolsek Miktim beserta anggotanya dapat melakukan pemetaan terhadap lokasi-lokasi yang dijadikan sebagai tempat untuk memproduksi atau menyuling miras lokal kemudian melakukan penindakan.

“Kemarin pada saat acara kita dapat masukan, salah satunya dari masyarakat adalah peredaran minuman (keras) lokal,” katanya.

“Ketika sudah dilakukan penindakan, diacarakan pemusnahan barang bukti dengan mengundang para tokoh masyarakat sebagai bentuk sarana komunikasi, sarana silaturahmi dan juga pertanggungjawaban terhadap pelaksanaan tugas. Jadi itu adalah amanah, itu adalah tanggung jawab yang harus kita sampaikan kepada masyarakat. Dan jangan lupa juga untuk mengundang rekan-rekan jurnalis supaya bisa diketoktularkan, supaya bisa dipublikasikan kepada masyarakat bahwa kita benar-benar serius,” katanya lagi.

Sebagaimana yang telah disampaikan Kapolres sebelumnya, hal ini tentunya menjadi penting untuk mengantisipasi terjadinya gangguan kamtibmas di wilayah tugas, tidak hanya berbicara masalah yang menjadi tugas, tanggung jawab dan kewenangan. Tetapi yang terpenting adalah, bagaimana hal yang sudah atau akan dilakukan oleh Kepolisian bisa mendapatkan support atau dukungan dari masyarakat. 

“Itu tidak gampang. Tentunya yang pertama harus dilakukan adalah empire mental scanning, atau melakukan scan, memetakan mana potensi gangguan kamtibmas yang ada, mana yang bisa digalang sebagai kekuatan,” terangnya.

Tidak dipungkiri, kata Kapolres, kekuatan riil beberapa Polsek dibawah jajaran Polres Mimika jumlah personel jauh dari kata ideal. Seharusnya anggota di Polsek idealnya adalah berjumlah 20 hingga 25 personel.

“Ini betul-betul harus kita gunakan, kita bisa mengubah tantangan itu menjadi peluang. Kita bisa merubah kelemahan itu menjadi suatu kekuatan. Jangan pernah berkecil hati dengan kondisi riil jumlah yang ada, tapi kita coba galang sebanyak mungkin masyarakat untuk bisa membantu kita,” kata Kapolres.

“Oleh karenanya, harus tidak pernah bosan-bosan, dari waktu ke waktu turun ke lapangan, jangan selalu di dalam ruangan. Turun ke lapangan dengar apa yang menjadi keluhan masyarakat, dan tentunya laksanakan sesuai dengan harapan masyarakat,” ujarnya. (Saldi)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment