Mama-Mama Papua Masih Berjualan Di Trotoar Jalan Kuala Kencana Bangunan Pasar Yang Disediakan Masih Bermasalah

Bagikan Bagikan
Bangunan Pasar Yang Telah Disediakan Bagi Pedang Mama-Mama Papua (Foto Jefri Manehat)
SAPA (TIMIKA) - Untuk membantu mama-mama Papua menjual hasil kebun pada tempat yang layak, Pemerintah Kampung Karya Kencana membangun pasar.  Namun bangunan pasar tersebut belum ditempati mama-mama Papua  untuk berjualan.

Pantauan Salam Papua, mama-mama Papua saat ini berjualan di trotoar jalan Poros Kulala Kencana,  perempatan Mile 32- Kuala dan Mayon.

Kepala Distrik Kuala Kencana, Everth Hindom mengatakan bangunan pasar sudah disediakan. Pasar dibangun menggunakan Dana Desa (DD)  dari Kampung (Desa)  Karya Kencana.
  
"Bangunan pasar yang ada hingga kini belum ditempati, karena ada beberapa kendala sehingga saat ini mama-mama masih menjual hasil kebun mereka diatas trotoar," kata Everth ketika ditemui Kamis (13/6).

Everth Hindom

Everth menjelaskan masyarakat setempat menuntut ganti rugi terhadap lahan yang digunakan intuk membangun pasar.

"Kendala tersebut dari Pemerintahan Kampung sudah menyampaikan kepada pedagang mama Papua dan Kepala Kampung juga ketemu saya untuk bahas hal itu," tutur Everth

"Kita dari distrik juga tidak menutup mata dengan keadaan ini. Kita juga terus berupaya untuk membantu Kampung bagaimana mencari jalan agar pasar yang sudah dibangun bisa dimanfaatkan oleh pedagang mama Papua," tambahnya

Kata Everth,  untuk membantu permasalahan tersebut,  ia sendiri sudah menyampaikan kepada  Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)  Kabupaten Mimika.

"Untuk penyampaian kita sudah lakukan,  tapi kita baru sampaikan secara lisan belum menyurati,  dimana agar mereka bisa melihat secara langsung keadaan yang ada mungkin saja bangunan yang ada bisa dikembangkan lagi supaya mama-mama yang ada bisa lebih nyaman untuk menjual, " jelasnya.

Everth mengungkapkan, intinya dari distrik bersama kampung sudah berupaya agar mama-mama yang ada bisa menjual hasil kebun di tempat yang layak.  (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment