Pekerja PT Fajar Utama Mandiri Ditemukan Meninggal Dalam Kamar Mess

Bagikan Bagikan
Jasad Luky Mamarimbing saat ditandu kedalam mobil Ambulance dan dihantar ke RSUD. (Foto Acik)

SAPA (TIMIKA) - Luky Mamarimbing yang merupakan salah satu pekerja bagian logistik PT Fajar Utama Mandiri ditemukan meninggal dalam kamar mess yang terletak di kompleks PT Fajar Mandiri Jalan Budi Utomo Ujung.

Luky diduga telah meninggal pada Selasa tanggal 11 Juni malam, tapi baru diketahui rekan-rekannya tanggal 12 Juni sekira pukul 09.30 WIT setelah Luky tidak keluar kamar.

"Rekan- rekannya membuka paksa pintu kamar Luky dan menemukan Luky telah meninggal dalam posisi tengkurap," kata Wakapolsek Mimika Baru (Miru), Iptu Rannu P usai melakukan olah TKP, Rabu (12/6).

Namun menurut Iptu Rannu, berdasarkan pemeriksaan pada jasad Luky tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, tapi hanya gumpalan darah yang dicurigai ke luar dari mulutnya.

Usai olah TKP, jasad pria asal Manado Sulawesi Utara ini langsung dibawa ke RSUD Mimika untuk dilakukan visum.

"Penyebab kematian Luky akan diketahui setelah selesai divisum RSUD dan itu ranah RSUD yang akan memberikan keterangan," tuturnya.

Troy Kawatak yang merupakan rekan kerja almarhum Luky mengatakan sebelum ditemukan meninggal Luky tidak mengeluhkan sakit karena tanggal 10 saat sore hari sempat ngobrol bersama. Namun sejak malam Selasa Luky tidak pernah ke luar kamar hingga ditemukan telah meninggal.

Troy mengatakan bahwa Luky baru bekerja di PT Fajar Utama Mandiri selama empat bulan terakhir dan memilih tinggal dalam gudang yang juga sebagai mess.

Luky ditemukan dalam keadaan telungkup dan dari jasadnya mengeluarkan aroma membusuk.

"Satpam yang jaga sempat memberitahu kalau Luky sempat ke luar jam sembilan malam Selasa, tapi dia kembali lagi sekitar jam 12 malam dan sejak saat itu dia tidak ke luar kamar lagi. Tadi (kemarin-red) saya dan rekan-rekan lain berusaha memanggil ke kamarnya tapi tidak dijawab makanya kami langsung dobrak pintunya. Ternyata dia sudah meninggal," kata Troy. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment