Pembangunan Dana Kampung Tidak Berhasil, BPK Harus Periksa Kepala Kampung

Bagikan Bagikan

Ketua DPRD Mimika Elminus B. Mom












SAPA (TIMIKA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika mengklaim bahwa pembangunan menggunakan dana kampung di Mimika tidak berhasil. Karena itu, diharapkan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) melakukan pemeriksaan terhadap kepala kampung.

Ketua DPRD Mimika, Elminus B Mom mengatakan, dana kampung merupakan program pusat dengan jumlah yang sangat besar untuk mempercepat pemerataan pembangunan mulai dari kampung. Tapi sejak program ini dikucurkan, hingga saat ini belum ada dampak yang dirasakan masyarakat di 133 kampung se Mimika.

Elminus menyebutkan, kampung-kampung yang saat ini belum merasakan dana kampung diantaranya adalah Bela, Alama, Jila, Honya, Tsinga, Aruanop termasuk beberapa dalam wilayah kota seperti di SP, Jayanti

"Selama ini kami dari Dewan melakukan kunjungan ke kampung-kampung itu, tapi kami tidak temukan hasil pembangunan yang menggunakan dana kampung. Jadi kami minta supaya BPK harus periksa dana-dana itu," kata Elminus di Kantor DPRD Mimika, Senin (17/6).

Ditegaskan, BPK harus melakukan pemeriksaan kepada seluruh kepala kampung mengingat, saat ini pemerintah kampung termasuk dalam struktur dinas atau OPD yang mengelola anggaran negara.

Padahal menurut dia, jika memiliki rasa tanggung jawab seharusnya dalam setiap tahunnya bisa dibangun lima sampai sepuluh rumah warga di setiap kampung. Sebab, khusus dalam wilayah kota pembangunan satu unit rumah hanya menelan biaya sebesar Rp 200 juta.

"Tapi kenyataanya tidak ada rumah warga yang dibangun. Pembangunan jalan juga tidak ada sama sekali," ujarnya.

Selanjutnya, jika BPK telah melakukan pemeriksaan maka kewajiban Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk menggantikan kepala kampung dan aparatnya.

"Kenapa selama ini yang diperiksa itu hanya keuangan di Dinas saja. Padahal desa atau kampung itu sudah menjadi dinas juga karena mengelola anggaran," katanya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment