Pembentukan Lanud Sorong Masih Terkendala Ketersediaan Lahan

Bagikan Bagikan
Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna sedang meninjau pembangunan Markas Komando Operasi Udara III di Kabupaten Biak Numfor, Kamis (13/6).(ANTARA News Papua/Muhsidin)

SAPA (BIAK) - Pembentukan pangkalan udara (Lanud) di wilayah Sorong, Provinsi Papua Barat, sudah masuk dalam program Mabes TNI Angkatan Udara meski saat ini masih terkendala dengan ketersediaan lahan tanah untuk tempat perkantoran.

"Tahun ini kami sudah memprogramkan pengadaan lahan tanah untuk dijadikan markas operasional Pangkalan Udara Sorong," kata Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna menjawab Antara di Biak, Kamis (13/6) terkait dengan pembentukan Lanud Sorong di wilayah Provinsi Papua Barat.

KSAU mengakui, untuk membangun fasilitas Lanud Sorong harus dipersiapkan mengenai ketersediaan lahan.

Ia mengatakan, untuk bisa merealisasikan pembentukan Lanud Sorong maka pihak Mabes TNI AU sudah menugaskan Pangkoopsau III dan Komandan Pangkalan Udara Manuhua Biak untuk menjajaki pengadaan lahan sebagai sarana fisik penunjang pembentukan satuan baru di jajaran TNI AU.

Marsekal Yuyu mengakui, keberadaan pangkalan udara di daerah menjadi satuan utama pendukung Mabes TNI AU dalam melaksanakan tugas pokok untuk menjaga serta mengamankan wilayah udara teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Mabes TNI AU secara bertahap akan menambah pembentukan satuan baru untuk mendukung pelayanan tugas operasi udara di seluruh wilayah NKRI," katanya.

Berdasarkan data, di wilayah pemekaran Provinsi Papua Barat hingga tahun 2019 belum terbentuk satupun pangkalan udara di berbagai kabupaten/kota. (Antara)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment