Petugas Kesehatan Yang Tidak Mau Ditugaskan Di Pedalaman Akan Dikeluarkan

Bagikan Bagikan
Reynold Urba (Foto Jefri)
SAPA (TIMIKA) -  Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes)  Kabupaten Mimika,  Reynold Ubra menegaskan para petugas kesehatan yang tidak mau ditempatkan di pedalaman akan dikeluarkan.

Reynold menjelaskan, semua petugas kesehatan harus siap untuk ditugaskan di mana saja, termasuk dipedalaman.  Selain siap, tenaga kesehatan harus memiliki kecakapan,  harus punya kemauan lebih, dalam menangani  penanganan darurat.

"Jumlah tenaga kesehatan di dalam kota pertanggal 1 Mei mencapai 972 orang, 540 adalah non ASN dan sisanya adalah ASN. Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) rasio penduduk,  kami hanya membutuhkan 220 orang,  itu artinya ada 700 lebih yang harus dikeluarkan,  sehingga harus dilakukan rasionalisasi, " ungkap Rey kepada wartawan, pada Senin (17/6). 

Dijelaskan, pada waktu lalu telah dilakukan rasionalisasi tenaga kesehatan,  bahkan sebagian tenaga yang dikeluarkan banyak yang telah bekerja atau mengabdi selama 5 hingga 10 tahun.  Dan juga mereka yang dikurangi bersedia untuk untuk bekerja kembali dengan ketentuan tanda-tangan diatas meterai bahwa siap untuk ditempatkan di mana pun. 

Menurut Rey,  saat ini masih banyak pustu di kampung yang membutuhkan tenaga kesehatan.  Di Aroanop sebanyak 7 kampung dengan puskesmas yang masih membutuhkan tenaga kesehatan.  Sementara itu di Singa juga ada 9 kampung yang masih membutuhkan tenaga kesehatan.

"Kalau tidak mau ditempatkan di sana maka kami akan keluarkan," tegas Rey

Didalam rasionalisasi itu ada 3 komponen penting yakni selain punya ijazah,  harus punya surat tanda registrasi (STR), dan terdaftar di Organisasi Propinsi,  Sebagai Tenaga Kesehatan harus memiliki kecakapan,  harus punya kemauan untuk siap ditugaskan di pedalaman.  Dan semua petugas yang ada di pedalamanpun saat melaksanakan tugas harus punya surat perintah tugas dari Dinkes.

Untuk melakukan rasionalisasi tenaga kesehatan tersebut,  Dinkes menseting dari 3 sumber pendanaan dari APBD,  Dana Otsus,  Dana DAK

"Yang bersumber dari APBD kami hanya menempatkan tenaga dipedalaman dan kota.  Sedangkan dana Otsus diberikan kepada tenaga kesehatan pada daerah terpencil.  Namun hal tersebut belum berjalan karena hingga saat ini dana otsus belum ada putusan nilainya, " ujarnya.

Kedepan rasionalisasi juga akan berlangsung kepada puskesmas- puskemas yang ada di perkotaan, karena banyak kepala puskesmas yang diduga merekrut tenaga tanpa sepengetahuan Dinkes. 

Rey mengatakan, kepala Puskesmas hanya pejabat pelaksana dan hanya mengelola puskesmas tersebut agar terus eksis. Bukan mengambil keputusan terhadap perekrutan tenaga. Karena untuk perekrutan tenaga itu merupakan tugas Dinkes.

"Kami (Dinkes) pastikan belum ada perekrutan lagi untuk tenaga kesehatan, " tegas Rey.  (Jefri Manehat) 
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment