Sidang Lima WNI Di Pengadilan Vanimo PNG Ditunda

Bagikan Bagikan
Konsul RI di Vanimo, Papua Nugini (PNG) Abraham Lebelauw.(Foto-Antara)

SAPA (JAYAPURA) - Sidang lima warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap polisi Papua Nugini (PNG) di Aitape, ditunda hingga Senin (17/6) mendatang.

Konsul RI di Vanimo, PNG Abraham Lebelauw kepada Antara, Rabu (12/6), mengatakan, sidang yang mengagendakan kelima WNI kembali ditunda setelah sebelumnya dijadwalkan Selasa (11/6) ditunda Rabu (12/6).

Belum ada informasi penyebab ditundanya sidang kelima WNI yang akan dikenakan pasal penangkapan ikan secara ilegal atau "illegal fishing".

“Saya masih menunggu laporan tentang penyebab ditundanya persidangan terhadap kelima WNI itu,” kata Abe, panggilan akrab Abraham yang mengaku saat ini berada di Jakarta.

Dikatakannya, kelima WNI itu ditangkap karena melakukan penangkapan teripang secara ilegal di perairan Aitape, teripang hasil tangkapan mereka sekitar 20 ekor sudah disimpan di rumah warga PNG yang merupakan keluarga dari Waromi.

“Saat ditangkap pada 31 Mei lalu kelima WNI yang tinggal di kawasan Hamadi, Jayapura, tidak memiliki kartu identitas, baik itu paspor maupun kartu pelintas batas,” jelas Abraham Lebelauw.

Kelima WNI yang saat ini masih ditahan di penjara PNG di Vanimo yaitu Hebert Saru, Lewi Lai, Oktovianus Anabai, Soleman Waromi dan Freddy Waromi. (Antara)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment