Tingkat Kehadiran ASN di Kabupaten Mimika 60 Persen, Hasil Hari Pertama Sudah Diterima Men-PAN RB

Bagikan Bagikan
Asisten Bidang Administrasi Umum,  I Nyoman Putu Arka. (Foto- Jefri Manehat)

SAPA (TIMIKA) - Hasil pemantauan tingkat kehadiran aparatur sipil negara (ASN) yang ada di Kabupaten Mimika di hari pertama masuk kantor usai libur lebaran 2019 mencapai 60 persen. Hasil tersebut sesuai dengan pengisian daftar hadir.

Asisten Bidang Administrasi Umum,  I Nyoman Putu Arka mengatakan kehadiran tersebut jauh lebih baik disbanding kehadiran pada apel pagi sebelum-sebelumnya. Hal tersebut terjadi setelah adanya Surat Edaran dari Men-PAN RB yang menwajibkan Pemkab melaporkan ASN yang tidak masuk kantor pada hari pertama setelah selesai libur lebaran 2019.

"Hasil kemarin kita langsung kirim ke Men-PAN RB melalui e-mail dan hasil pantauan tersebut sudah diterima oleh Men-PAN RB.  Hal ini akan berlangsung hingga pada 10 Juli mendatang, " kata Nyoman ketika ditemui di ruang kerjanya di Pusat Pemerintahan (Puspem)  Kabupaten Mimika,  Jalan Poros Kuala Kencana SP3, Rabu (12/6).

Nyoman menjelaskan dari 9 bagian dilingkungan Sekretariat Daerah,  ditambah dengan 22 Dinas,  dan 6 Badan,  dan 7 Distrik,  9 Kelurahan, tingkat kehadiran dari seluruh OPD yang ada di Lingkungan Pemkab Mimika,  tingkat kehadiran paling tinggi ada pada  Dinas Ketahanan Pangan mencapai 80 persen dan yang paling terendah Dinas Perhubungan 26 persen.

Sedangkan pada Badan, Nyoman menyebut tingkat kehadiran paling tinggi ada pada Dinas Pendapatan Daerah 97 persen  dan  yang paling rendah Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) 33 persen. 

Sementara pada Bagian dengan tingkat kehadiran paling tinggi Bagian Humas dan Protokoler 74 persen dan yang paling rendah Bagian Sumber daya manusia (SDM) dengan 25 persen.

" Kita harapkan  kepada semua pimpinan OPD dan semua pimpinan unit kerja untuk menindaklanjuti temuan-temuan itu,  terutama para ASN yang tidak hadir pada hari kerja pertama tanpa keterangan yakni dengan cara memanggil yang bersangkutan, " ungkap Nyoman.

Ia menjelaskan, sebagai pimpinan harus memangggil ASN yang tidak masuk kerja dan memberikan informasi kepada ASN tersebut. Pertemuan tersebut juga harus dituangkan dalam berita acara dan pernyataan oleh ASN bersangkutan. Diharapkan hal tersebut dapat memberikan pelajaran dan motivasi bagi ASN yang lain.

"Kita harapkan kepada semua PNS,  dan tenaga-tenaga honorer yang sudah diangkat untuk disiplin kerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan penuh tanggung jawab. Hal tersebut dapat meningkatkan kinerja pada masing masing OPD, " ujarnya.  (Jefri Manehat) 
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment