Warga Asli Papua Berjualan Daun Ketupat Tambah Penghasilan Keluarga

Bagikan Bagikan
Mama-mama Papua berjualan daun ketupat di Pasar Lama Biak.(Foto-Antara)

SAPA (BIAK) - Warga orang asli Papua di Kabupaten Biak Numfor, Papua memproduksi daun ketupat untuk dijual kepada umat Islam yang melaksanakan Idul Fitri 1440 Hijriah untuk menambah penghasilan keluarga..

"Hasil dari berjualan daun ketupat di Kota Biak sangat lumayan bisa mendapat tambahan penghasilan," ujar mama Kafiar, pedagang daun ketupat di Pasar Lama Biak Kota, Selasa (4/6).

Ia mengakui, membuat daun ketupat sudah dilakukannya sejak dua tahun ini sebagai kegiatan musiman tahunan dalam upaya penghasilan keluarga.

Harga jual daun ketupat lebaran, menurut mama Kafiar, sangat murah meriah sebesar Rp 5.000 per ikat.

"Ya untuk harga jual daun ketupat tergolong murah bisa mencapai Rp 50 ribu hingga seratusan ribu rupiah, ya harapan saya penghasilan dari menjual daun ketupat bisa memenuhi kebutuhan untuk keluarga di rumah," ujar warga Bosnik, Distrik Biak Timur itu.

Menurut Insari, warga orang asli Papua lain, menjual daun ketupat Lebaran merupakan kegiatan rutin bagi ibu-ibu untuk menambah penghasilan keluarga.

"Ya dari hasil berjualan daun ketupat sangat lumayan untuk menambah penghasilan keluarga," katanya.

H-1 Lebaran penjualan daun ketupat di Biak dominan dilakukan ibu-ibu orang asli Papua yang datang dari berbagai kampung, seperti di kawasan Pasar Lama Fandoi, Pasar Inpres Biak, Pasar Ikan Biak Kota, Jalan Kampung Baru, Jalan Condronegoro Samofa, Pasar Darfuar serta beberapa ruas jalan Biak dipenuhi penjual daun ketupat. (Antara)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment