Bupati Mimika Intruksikan Satpol-PP Bongkar Seluruh Bangunan Yang Melewati Ruas Jalan

Bagikan Bagikan
Wabup Mimika Yohanis Bassang pimpin rapat penertiban pedagang dan bangunan di seputar Kota Timika. (Foto Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Dalam rangka menjaga ketertiban, kenyamanan dan kebersihan serta keindahan Kota Timika menyongsong Pekan Olahraga Nasional (PON)  dan Pesparawi pada tahun 2020, dimana Kabupaten Mimika menjadi tuan rumahnya, Bupati Mimika,  Eltinus Omaleng menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol- PP) membongkar semua bangunan yang melewati ruas jalan.

Instruksi BupatiMimika tersebut tertuang dalam surat instruksi nomor:  342-5/468/2019 tentang penertiban dan pembongkaran bangunan ruko, toko, kios dan jenis bangunan lainnya yang telah dibangun melewati as jalan dan parit di Kota Timika dan sekitarnya.

Dalam surat perintah tersebut,  Satpol-PP juga diminta untuk berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)  dan instansi terkait untuk mendata kembali para pedagang yang ada di Pasar Sentral, Pasar Lama, Pasar Gorong-Gorong,  Pasar Damai, Pasar SP2 dan menertibkan semua pedagang yang berjualan pada ruas jalan.

Wakil Bupati Mimika, Yohanis Bassang pada rapat bersama dalam rangka penertiban sejumlah pasar yang ada di Kota Timika, Selasa (9/7) mengatakan semua esensi dari pembangunan pemerintah adalah untuk masyarakat. 

Untuk penertiban pasar nantinya, Wabup Bassang berharap,  para eksekutor lapangan dalam hal ini  Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Dispol-PP)  bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) sebaiknya terlebih dahulu melakukan survei untuk mendata bangunan yang akan dieksekusi sekaligus melakukan sosialisasi memberikan pemahaman kepada para pedagang. Juga melayangkan surat kepada masyarakat atau pedagang yang  menjadi target untuk nantinya direlokasi ke Pasar Sentral.

"Jangan langsung eksekusi begitu saja, mereka berjualan untuk kebutuhan hidup dan kita bekerja juga untuk mereka. Ini harus menjadi perhatian dari para  eksekutor di lapangan," kata Bassang saat memimpin rapat di Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Mimika, SP3.

"Kalau kita mau relokasi para pedagang ke Pasar Sentral, yang menjadi pertanyaan, tempat yang ada di sana sudah siap belum. Dan kita juga harus pikirkan jika tempat yang kosong itu, kita mau bikin bagaimana," lanjut Bassang.

Ia mengingatkan, pikir matang-matang karena dibalik semua tindakan itu pasti akan ada korbannya, dan yang menjadi korban itu pasti masyarakat.

"Semua pembangunan ini untuk masyarakat, namun jika kehadiran pemerintah tidak melihat perasaan masyarakat untuk apa?. Sebelum bertindak harus ada solusinya, jika tidak ada solusinya maka itu tidak manusiawi, " ujarnya.

Kapolres Mimika,  AKBP Agung Marlianto yang juga hadir dalam rapat tersebut mengatakan mendukung penuh semua tindakan yang akan diambil untuk menata wajah Kota Timika menjadi lebih bersih dan rapi. Polres Mimika siap untuk memback-up dan membantu dalam penertiban.

Namun kata Kapolres Agung alangkah baiknya sebelum dilakukan penertiban sebaiknya dilakukan sosialisasi terlebih dahulu dan layangkan surat kepada para pedagang, baik itu pedagang mama-mama Papua dan pedagang yang mempunyai bangunan  yang dianggap telah melewati ruas jalan. 

"Ruko yang punya izin tapi melanggar aturan ruas jalan, dan masyarakat yang mendirikan toko,  tapi tidak punya izin, ini yang harus ditertibkan," ujar Kapolres.

Setidaknya, lanjut Kapolres Agung ada surat yang dilayangkan dua kali dan jika yang bersangkutan tidak menertibkan bangunannya sendiri baru dieksekusi.

Dikatakan, pasar yang ditertibkan nantinya harus dimanfaatkan. Seperti pasar lama yang menjadi wajah dari Kabupaten Mimika, setidaknya bisa dibangun taman, untuk merebut kembali hati masyarakat bahwa hasil dari penertiban tersebut ada hal baru yang dibangun.

Kata Kapolres Agung, kebersihan tidak hanya pada pusat kota, melainkan juga dilakukan di Poumako, karena pintu masuk Mimika tidak hanya melalui jalur udara tapi juga jalur laut.

Menjawab itu,  Kepala Disperindag Mimika,  Bernadinus Songbes mengatakan satu bulan sebelumnya sudah dilakukan pendataan terhadap para pedagang yang ada pada titik- titik pasar yang menjadi target untuk dilakukan penertiban.

Songbes mengatakan, Pasar Sentral siap untuk menampung semua pedagang yang akan direlokasi. Saat ini pihaknya sementara menata ulang Pasar Sentral agar bisa menampung semua pedagang yang akan direlokasi dari sejumlah pasar yang akan ditertibkan. (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment