Dipecat Secara Tidak Terhormat, Guru SMPN 7 Mimika Bersama Simpatisan Gelar Demo Minta Kepsek Diturunkan

Bagikan Bagikan
Egidius Temorubun saat menyampaikan orasi menuntut penjelasan pemecatan terhadap dirinya. (Foto: SAPA/Salma)

SAPA (TIMIKA) -  Egidius Temorubun, guru Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 7 Mimika bersama simpatisannya menggelar aksi demo menuntut penjelasan pemecatan secara tidak terhormat oleh Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 7 Mimika Anthon Karuh  dan dilakukan pengembalian guru oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mimika kepada Kementrian Agama RI Kabupaten Mimika per 13 Juli lalu.

Meski diguyur hujan, aksi demo yang dilakukan di lingkungan sekolah itu pada Jumat (19/7) berlangsung aman dan lancar dengan mendapat pengawalan aparat kepolisian yang dipimpin langsung Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto.

Pantauan Salam Papua, pada aksi tersebut, para simpatisan meminta agar Kepsek SMPN 7 Mimika, Anthon Karuh diberhentikan. Didukung dengan berbagai spanduk yang dibentangkan  bertuliskan “Kepala Sekolah SMP Negeri 7 Mimika alias, Anthon Karuh harus diadili dan diproses hukum”, “Sdr. Anthon Karuh segera mundur dari jabatan karena tidak mampu menjadi kepala sekolah SMP Negeri 7”, “Sekolah SMP Negeri 7 bukan sekolah bisnis untuk memperkaya diri”, “indikasi penyalahgunaan dana Bos”, “Apa manfaat usaha toko sekolah dan kantin sekolah selama 2 tahun”.

Sementara itu, Egidius Temorubun dalam orasinya mengungkapkan kekecewaan atas pemecetan yang diterimanya. Pasalnya, sejak tahun 2008, dirinya mulai mengabdi di SMPN 7 hingga akhirnya mendapatkan penghargaan dari Kementrian Pendidikan sebagai sekolah berintegritas terbaik di seluruh Propinsi Papua.

“Saya menyesal karena kehadiran Kepala sekolah SMP Negeri 7 Mimika Anthon Karu menghadirkan visi misi sekolah yang tidak jelas. Selama ini penggunaan anggaran bantuan operasional sekolah (BOS) tidak di atur baik dengan dewan guru dan komite sekolah,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto dalam arahannya menyampaikan bahwa, pihaknya akan menindak lanjuti setiap laporan yang masuk. 

Untuk itu, ia meminta apabila terdapat alat bukti maka harus disertakan sehingga bisa dinaikkan pada tahap penyidikan.

“Aspirasi yang disampaikan ada yang untuk kebersamaan dan ada yang mengarah ke individual dengan alasan tertentu. Apa yang menjadi hal tidak pantas silahkan melapor pada kami,” ujar Kapolres sembari menyayangkan aksi tersebut turut melibatkan anak dibawah umur.

“Semua aturan harus kita laksanakan dengan baik.  Terima kasih karena sudah menyampaikan aspirasi dengan baik. Tetapi saya mohon agar ketentuan menyampaikan aspirasi juga harus diperhatikan. Seperti tidak boleh menyampaikannya di lembaga pendidikan, mengganggu keamanan dan sekitarnya, dan membawa anak dibawah umur,” kata Kapolres Agung. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment