Menangkal Potensi Ancaman Di Masyarakat, Pemkab Mimika Bentuk Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Tingkat Distrik

Bagikan Bagikan
Perwakilan tingkat distrik yang Siap diberi mandat menjadi anggota FKDM. (SAPA/Jefri Manehat) 

SAPA (TIMIKA) - Untuk meminimalisir kejadian-kejadian kriminal di Kabupaten Mimika, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui  Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Mimika membentuk Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat  (FKDM) pada tingkat distrik.

Ditemui di Keuskupan Timika, Rabu (17/7), Kepala Kesbangpol Mimika, Petrus Lewa Koten menuturkan pembentukan FKDM ini sudah dilakukan pada tingkat kabupaten, dan sesuai dengan amanat dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri), FKDM harus dibentuk pada tingkat kecamatan atau distrik.

Pembentukan FKDM pada tingkat distrik jelas Koten, baru mulai dibentuk diawali pada 4 distrik yakni Mimika Baru,  Mimika Timur, Wania dan Kuala Kencana). Untuk dapat menjalankan amanah itu pada tingkat distriknya masing-masing, warga yang menjadi perwakilan dibelakali dengan sosialisasi terlebih dahulu,  sehingga mereka dapat mengetahui peran dan tugas mereka.

"Kita akan bentuk pada setiap distrik dengan keanggotaan FKDM itu sebanyak 6 orang. Untuk mengikat itu anggota FKDM akan berikan SK Bupati dengan masa periodenya 5 tahun. Namun tidak menutup kemungkinan jika kinerja para anggota FKDM baik maka periodenya akan diperpanjang, " ujar Koten.

Agar semua itu bisa berjalan anggota FKDM diberikan tunjangan. Saat ini kata Koten tunjangan baru diberikan kepada FKDM yang ada pada tingkat kabupaten. Sedangkan untuk tingkat distrik karena baru dibentuk, mereka belum mendapatkan tunjangan. Namun hal itu akan didorong pada APBD tahun depan (2020).

Koten mengapresiasi FKDM tingkat kabupaten yang selama ini telah menunjukkan perannya yang baik, selain membantu pemerintah,  FKDM juga bertindak sebagai informen dalam memberantas beberapa kejadian yang terjadi di Mimika.

"Karena FKDM sebagai mitra masyarakat dan informen bagi pemerintah, maka FKDM bisa melaporkan jika ada hal-hal yang merusak alam atau hutan yang terjadi pada tingkat distrik kepada pemerintah dan pastinya akan ditindaklanjuti," ujar Koten. 

Sementara Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Mimika,  Nyoman Putu Arka mengatakan, manusia pada hakekatnya merupakan mahkluk sosial yang sangat membutuhkan orang lain disekitarnya. 

Dijelaskan, multikulturalisme yang ada di Indonesia menyebutkan bahwa Indonesia mempunyai keragaman dan kekayaan yang sangat membutuhkan toleransi antar sesama umat manusia demi tercapainya kehidupan yang harmonis. Namun belakangan ini,  toleransi itu mulai pudar,  perpecahan di antara suku, umat beragama dan antar golongan semakin bertambah banyak.

Pada era reformasi, kata Nyoman kemajemukan masyarakat cenderung menjadi beban daripada modal bangsa Indonesia,  Hal itu terbukti dengan munculnya berbagai persoalan yang sumbernya berbau kemajemukan, perubahan sosial yang mengakibatkan kepincangan- kepincangan dalam masyarakat

"Seharusnya pada era reformasi ini  kita menjunjung tinggi demokrasi dan toleransi, oleh sebab itu demokrasi  dan toleransi harus seiring sejalan,  saling terkait erat,  baik didalam komunitas,  lingkungan, masyarakat politik maupun masyarakat sipil," katanya.

"Kita hendaknya belajar dari pengalaman beberapa peristiwa yang menimpa bangsa kita dan khususnya di Kabupaten Mimika.  Benih-benih perpecahan tentu masih ada dalam kehidupan bermasyarakat yang dilatarbelakangi oleh kepentingan kelompok tertentu yang tidak lagi memperhatikan kaidah-kaidah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia," lanjutnya.

Dikatakan,  sesuai dengan Permendagri nomor 12 tahun 2018 tentang FKDM disebutkan bahwa kewaspadaan dini adalah serangkaian upaya atau tindakan untuk menangkal segala potensi ancaman,  tantangan,  hambatan dan gangguan,  dengan meningkatkan pendeteksian dan pencegahan dini.

Pada tahun 2020 mendatang,  ujar Nyoman, Kabupaten Mimika diberi kepercayaan menyelenggarakan dua event besar yakni Pesparawi dan PON. Karena itu selain menyiapkan pelaksanaannya,  dibutuhkan juga ada kondisi sosial dan Kamtibmas yang aman,  tertib dan kondusif,  sehingga semua 
dapat berjalan dengan aman dan lancar. Ini merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat Mimika.  (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment