Pengguna Darah Paling Banyak di RSUD Mimika Ibu Hamil dan Pasien Cuci Darah

Bagikan Bagikan
Elisabeth Rahangiar (Foto: Jefri Manehat)

SAPA (TIMIKA) - Penanggung Jawab Unit Transfusi Darah  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika,  Elisabeth Rahangiar mengemukakan pengguna darah paling terbanyak di RSUD adalah  Ibu melahirkan dan pasien cuci darah.

Elisabeth kepada Salam Papua melalui telephone selulernya, pada Minggu (14/7) mengatakan, presentasi pengguna darah antara ibu hamil dan pasien cuci darah 50 : 50 (fifty- fifty).

Dijelaskan, cuci darah tetap menggunakan stok darah yang ada di RSUD.  Jika pasien memiliki jaminan kesehatan maka akan tercover dalam BPJS, namun jika tidak punya maka yang akan membayar sendiri.

Ia menjelaskan, satu pasien yang melakukan cuci darah bisa menghabiskan darah  minimal sebanyak 4 kantong.  Dalam seminggu harus cuci darah  sebanyak 2 kali,   sehingga menghabiskan 7-8 kantong darah.

Sementara pengguna darah untuk ibu hamil dalam seminggu paling banyak 7-8 orang,  dan yang paling banyak adalah ibu-ibu yang hamil muda atau baru pertama kali melahirkan. Kebanyakan setelah melahirkan HB-nya rendah sehingga harus dilakukan transfusi darah.

"Selain  itu pengguna darah banyak juga pada pasien anak dan sakit malariabdan kecelakaan. Tapi kita juga tetap berupaya untuk stok darah tetap ada. Kita biasa kerja sama dengan instansi terkait seperti TNI,  Polres Mimika,  Basarnas Timika untuk meminta diadakan donor darah," ungkap Elisabeth.

Dikatakan stok darah yang ada saat ini sudah mulai menipis. Golongan darah A tersisa 5 kantong, golongan darah B tersisa 11 kantong golongan darah AB tersisa 5 Kantong,  golongan darah O tersisa 33 kantong.

"Kami terus menjalin hubungan dengan pihak-pihak dalam hal ini instansi- instansi untuk bisa membantu penyediaan darah dengan melakukan donor darah. Namun tidak menutup kemungkinan jika stok habis,  kami harus minta bantuan kepada pihak keluarga untuk melakukan donor. Tapi selama ini yang kami lakukan adalah mengirim surat kepada instansi-instansi untuk bisa membantu dalam mendonor darah,  karena kita tahu sendiri pemakaian darah sangat banyak," ujarnya.

Semua pasien bisa menggunakan darah yang disediakan. Yang tidak bisa menggunakan stok darah yang disediakan adalah pasien yang butuh darah untuk trombosit.

Ia menjelaskan untuk bantuan trombosit tidak bisa menggunakan stok darah. Darah yang diambil adalah darah  yang baru, yang harus melalui pemeriksaan selama 6 jam. (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment