Sepintar Apapun Orang, Kalau Tidak Ada Hati Dan Etika Tidak Berguna

Bagikan Bagikan
Yohanis Bassang

SAPA (TIMIKA) -  Wakil Bupati Kabupaten Mimika,  Yohanis Bassang menegaskan, sepintar apapun orang,  jika tidak punya hati dan etika untuk menghargai orang lain maka tidak akan berguna.

"Budaya kita orang Indonesia itu punya toleransi yang kuat, dan saling menghargai sesame. Jangan pakai budaya orang barat, pakai budaya kita orang Indonesia," ungkap Bassang saat membuka kegiatan Basic trauma cardiac life support (BT and CLS)  dan Manajemen of Disaster di RSUD,  Senin (29/7). 

"Jika kita melakukan pekerjaan  dengan ketulusannya hati, maka akan ada satu kesakralan yang terbangun," tambahnya.

Wabup yang selalu terlihat ceriah itu, mengatakan segala sesuatu itu harus diawali dengan hati dan pikiran, akan menjadi percuma jika pintar tapi tidak ada hati. 

"Banyak orang  sekarang sudah punya sarjana dari S1,  S2 bahkan S lilin mereka dapat, tapi tidak punya etika untuk menghargai orang lain, apa gunanya semua itu," ujarnya.

Bassang mengungkapkan,  lebih baik terus belajar dari keadaan dan belajarlah dari orang dan tetap merendah. Jangan selalu menganggap diri selalu bisa dan sok tahu segalanya.

Menurut Bassang, orang yang sok tahu itu sebetulnya tidak tahu apa-apa. Lebih baik belajar dari orang lain,  itu cara untuk pintar, dan jangan pernah malu bertanya,  karena pepatah mengatakan, "Malu bertanya sesat di jalan."

"Dan jika punya ilmu jangan pelit dengan ilmu, berbagilah ilmu pengetahuan yang kita punya kepada orang lain, jangan ilmu itu disimpan, sehingga orang lain juga tahu," ujarnya.  (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

2 komentar: