29 Peserta Ikut Kompetisi Pustakawan Berprestasi Nasional

Bagikan Bagikan
Ketua Dewan Juri Sri Sularsih memukul gong didampingi Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, M Syarif Bando (kiri) pertanda dimulainya pemilihan pustakawan berprestasi terbaik tingkat nasional tahun 2019 di Jakarta, Selasa (13/8/2019). (ANTARA/FAUZI LAMBOKA)
SAPA (JAKARTA) - Sebanyak 29 pustakawan mengikuti kompetisi pemilihan pustakawan berprestasi terbaik tingkat nasional tahun 2019 di Jakarta 13-19 Agustus 2019.
“Seharusnya 34 peserta dari 34 provinsi, namun ada lima provinsi yang tidak mengirimkan utusan mereka,” kata Ketua Panitia Opong Sumiati saat pembukaan kegiatan di Jakarta, Selasa (13/8).
Lima provinsi itu yakni Kepulauan Riau, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Maluku Utara dan Papua Barat dengan alasan karena tidak memiliki dana dekonsentrasi terkait pelaksanaan lomba pustakawan itu.
Para pustakawan yang mengikuti kompetisi itu merupakan utusan yang telah melalui pemilihan di daerah masing-masing.
Opong mengatakan kegiatan itu bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada para pustakawan terbaik yang memiliki produk inovatif, memiliki nilai manfaat dan memiliki capaian yang diakui di masyarakat.
“Kami ingin menumbuhkan profesi pustakawan sebagai profesi yang dibanggakan serta dapat menghasilkan sosok pustakawan terbaik,” harap Opong.
Kegiatan mengusung tema, pustakawan berkarya dalam mendukung program pembangunan nasional itu memperebutkan hadiah uang tunai dari Perpustakaan Nasional. Predikat terbaik yakni juara satu mendapatkan Rp 20 juta, juara dua mendapatkan Rp 17.5 juta dan juara tiga mendapatkan Rp 15 juta.
Predikat harapan satu mendapatkan Rp 12 juta, harapan dua mendapatkan Rp 10 juta dan harapan tiga mendapatkan Rp 9 juta. Predikat ketujuh hingga ke 28 masing-masing mendapatkan Rp 2 juta.
“Tiga peringkat terbaik pertama diundang di acara gemilang perpustakaan nasional di Jakarta 5 September 2019,” kata Opong.
Panitia pelaksana menyiapkan tujuh juri dimana kredibilitas dan kompetensi mereka sudah tidak diragukan di bidang pustakawan untuk menilai para peserta yang diketuai Sri Sularsih pakar perpustakaan Indonesia. (Antara)
Para peserta lomba akan mengikuti sejumlah kegiatan selama kompetisi berlangsung diantaranya sidang kenegaraan atau sidang paripurna DPR/MPR, kunjungan pusat data, tabur bunga di taman makam, mengikuti upacara HUT RI, kunjungan ke perpustakaan nasional hingga silaturahmi teladan dengan Presiden Joko Widodo.
Sementara itu Kepala Perpustakaan Nasional, M Syarif Bando berharap semua provinsi dapat mengikuti kompetisi tersebut. Selain itu, untuk kompetisi pustakawan tahun 2020 mendatang diharapkan tidak lagi menggunakan metode pemilihan pustakawan teladan tunggal, tetapi harus ada metode baru sesuai dengan tantangan dalam menghadapi revolusi industry 4.0.
Syarif menjelaskan pelaksanaan kompetisi tahun depan, harus menggunakan metode dengan menguji enam kriteria yang dimiliki pustakawan yakni kepemimpinan, dapat memecahkan masalah, kekuatan jaringan, dapat berkolaborasi, berinovasi serta memiliki kreativitas.
“Bagaimana menguji itu jika dia seorang pustakawan tunggal, sehingga perlu dicarikan metode kompetisi baru,” harap Syarif.
Sehingga kata dia, dengan semakin beratnya kompetisi itu, maka hadiahnya juga bisa lebih besar lagi minimal Rp60 juta hingga Rp100 juta bagi yang juara. (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment