Kemenag Mimika Nilai Surat Disdik Kembalikan Guru Egidius Temorubun Ada Kejanggalan

Bagikan Bagikan
Utler Adrianus (Foto: SAPA/Jefri Manehat) 

SAPA (TIMIKA) - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mimika, Utler Adrianus mengatakan pengambalian guru Agama Katolik atas nama Egidius Temorubun oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Mimika kepada Kemenag terdapat kejanggalan dan tidak sesuai prosedur.

Egidius Temorubun merupakan guru Agama Katolik yang ditempatkan mengajar di SMP Negeri 7  Mimika.

Utler menjelaskan Egidius Temorubun ditempatkan di SMPN 7 atas permintaan dari kepala sekolah. Beberapa waktu lalu, Egidius Temorubun dikembalikan Disdik kepada Kemenag Mimika sesuai surat Disdik nomor : 800/ 395/ 2019. Surat Disdik merujuk surat Kepala sekolah SMP Negeri 7 kepada Disdik dengan nomor surat:  820/009/SMPN.7/2019.

Dikatakan, jika Disdik ingin mengembalikan guru tersebut, karena memiliki kesalahan atau hal lainnya, maka harus disertakan kesalahan-kesalahan apa yang dilakukan sehingga menjadi kajian bagi Kemenag. 

"Semestinya selaku kepala sekolah,  ika guru punya kesalahan atau hal yang diluar kewajaran, kepala sekolah harus memanggilnya dan  memberikan pembinaan, bukan langsung mengembalikan guru yang bersangkutan, dan itu bukan prosedur yang baik," ujarnya.

Lanjutnya, jika pembinaan itu tidak juga dihiraukan maka diberikan teguran secara tertulis sebagai peringatan.Jika itu tidak membuahkan hasil maka kepala sekolah bisa berkoordinasi dengan Kemenag dan Kemenag akan mempelajari lebih lanjut dan jika memang tidak bisa baru Kemenag akan menarik guru itu.


Surat Disdik Mimika untuk pengembalian Guru
Egidius Temorubun (Foto: SAPA /Jefri Manehat) 

Menurutnya, kepala sekolah menyurat ke Disdiks bukan prosedurnya, Namun jika kepala sekolah menyurati langsung ke Disdik, maka Disdik juga harusnya mengkaji terlebih dahulu, tidak serta merta langsung mengembalikan guru itu.

"Kalau ada guru pengganti maka boleh menggantikan guru kami. Atau sekolah tidak membutuhkan lagi guru agama maka kami akan tarik dari sekolah. Dalam aturan setiap peserta didik pada setiap pendidikan berhak mendapatkan pendidikan agama,  sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidikan seagama," terangnya.

Utler  mengaku hingga saat ini  belum mengetahui alasan jelas  kenapa guru itu ditarik, apakah sekolah sudah tidak butuh lagi atau guru itu bermasalah.

"Dari ungkapan kepala sekolah saat kami koordinasi,  kepala sekolah dan guru kami tidak ada masalah, tapi guru kami dikembalikan dengan merujuk surat dari Disdik. Sementara Kadisdik katanya menindaklanjuti surat dari kepala sekolah, Anehnya kepala sekolah tidak mengetahui bahwa ia mengeluarkan surat itu ke Disdik. Secara fisik surat dari kepala sekolah ke Disdik tidak ada, tapi nomor suratnya," terangnya.

Utler menambahkan, saat ini ada sekitar 30 guru agama dibawa Kemenag, terdiri dari guru Agama Islam, Agama Katolik dan Agama Kristen yang tersebar di SD, SMP dan SMA. (Jefri Manehat) 

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment