Pastor Amandus Teteskan Air Mata Saat Ucapkan Selamat Jalan Untuk Uskup Jhon Philip Saklil

Bagikan Bagikan
Jenazah Uskup Mgr Jhon Philip Saklil saat diarak ke luar gereja untuk diantar ke Keuskupan Timika. (Foto: SAPA/Jefri Manehat) 

SAPA (TIMIKA) - Pastor Amandus Rahadat, Pr meneteskan air matanya saat memberikan sambutannya pada misa pemakaman yang mulia Mgr. Yohanes Philipus Saklil,  Pr Uskup Timika, pada Rabu (7/8) di Gereja Katedral Tiga Raja. 

Pastor Amandus  meneteskan air diujung sambutannya, saat mengatakan Selamat Jalan Bapak Uskup,  Selama Jalan Imamku,  sampai bertemu di surga. Seusai mengucapkan kalimat tersebut rasanya tak terbendung lagi ia langsung meneteskan air matanya. Hal itu membuat semua orang yang menghadiri misa tersebut juga ikut menetes air mata.

"Kami akan tetap meneruskan jalan yang telah engkau rintis untuk menuju keselamatan, sesuai dengan motto "Parate Viam Domini " ungkap Pastor Amandus.

Pastor Amandus mengatakan, 15 tahun  yang lalu ia mulai menjadi Uskup Timika, dalam 15 tahun ia terus berusaha walau dengan kekurangan. Dengan motto yang ia pegang sebagai pedoman terus berusaha walaupun dengan kekurangan,  dengan iman yang kuat ia berusaha bangkit dan memperbaiki kekurangan itu. 

"Saat itu jumlah para Imam masih sangat terbatas,  namun dalam kondisi itu bapa Uskup terus mengayunkan langkah bersama masyarakat untuk menyiapkan jalan bagi Tuhan sesuai dengan motto yang menjadi pegangannya," tuturnya.

Sebagai gembala,  ia berani dan bijaksana, ia tampil di garda terdepan untuk masyarakat umum dan khusus untuk masyarakat Papua, baik itu membangun pendidikan, membangun kesehatan dan juga membangun pertumbuhan ekonomi masyarakat kecil.

Koperasi (Maria Bintang Laut - Red) yang ia bangun bekerja sama dengan pihak swasta, tujuan untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat Papua. Uskup Jhon kata Pastor Amandus ia bekerja untuk masyarakat bukan untuk kepentingan dirinya sendiri.

Ia selalu menyuarakan hal  terkait kepentingan masyarakat Papua, untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Suara kenabian selalu dikumandangkan dengan membela dan membantu masyarakat kecil.

"Semua masyarakat pasti tahu apa yang telah dikerjakan oleh sang gembala ini. Ia menjadi panutan bagi banyak orang dan para pastor untuk menjadi guru yang baik kepada semua orang," ujarnya.

"Saya pribadi mengenal Uskup Jhon sebagai seorang gembala yang mudah tergerak hatinya karena belas kasihan seperti Tuhan Yesus," tutur Pastor Amandus.

Jika ada pelanggaran hak asasi manusia (HAM),  apalagi HAM masyarakat kecil, Pastor Amandus katakan Mgr Jhon selalu ada di garda terdepan.

Ia selalu berusaha untuk menjadi sombar (tempat berteduh di bawah pohon -Red) bagi masyarakat kecil, untuk itu ia selalu tampil untuk menyuarakan hak-hak masyarakat kecil. Karena hal itu ia dipercayakan oleh Paus untuk memimpin dua Keuskupan,  yakni Keuskupan Timika dan Keuskupan Marauke. 

"Kami hanya berdoa,  berikan bahu yang kuat untuk memikul semua pekerjaan itu,  tapi Tuhan telah memanggil engkau masuk dalam kerajaan surga," ujar Pastor Amandus.

"Selamat jalan gembala yang baik hati, selamat jalan bapak yang selalu senyum untuk menghibur kami,  selamat jalan bapa Uskup yang selalu bersikap tenang dan sabar terhadap kami umat dan para Pastor. Selamat Jalan guruku, selamat jalan imamku,  selama jalan nabiku. Bapa Uskup sampai jumpa di rumah Bapa," kata Pastor Amandus.  (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment