Tiga Tersangka Sipil yang Terlibat Kasus Amunisi Bersama Oknum TNI Masih Diperiksa

Bagikan Bagikan
Tiga Tersangka Sipil yang Ditangkap Satgas Nemangkawi terkait Penjualan Amunisi oleh Oknum TNI AD

SAPA (TIMIKA) – Tiga tersangka sipil yakni , BAF, BGDP dan JAB yang terlibat kasus Amunisi ilegal oleh oknum TNI yakni Pratu DAT, Pratu O dan Pratu M, sampai saat ini masih menjalani pemeriksaan di Mako Brimob Detasemen B, Jalan Agimuga Mile 32.

Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto yang enggan berkomentar banyak mengatakan bahwa tiga tersangka sipil ditangkap oleh Satgas Nemangkawi beberapa waktu lalu di depan Diana Shooping Center Jalan Cenderawasih, lantaran memiliki ratusan amunisi.

“Masih. Masih diperiksa di Mako Brimob. Sekali lagi, yang tangani kasus itu adalah Satgas Nemangkawi ya,” singkatnya saat ditemui di pelataran Graha Eme Neme Yauware. Senin (12/8).

Sebelumnya, Komandan Sub Detasemen Polisi Militer(Dansundenpom) XVII Cenderawasih Mimika  Kodam XVII Cenderawasih, Lettu CPM Mukmin membenarkan adanya keterlibatan tiga tersangka sipil itu dengan tiga oknum TNI yang saat ini menjalani pemeriksaan. Diketahui, amunisi yang diperoleh itu akan dipasok ke Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB).

“Tiga tersangka sipil masih diperiksa di Mako Brimob Mile 32. Kami sudah kesana untuk melihat dan bertemu secara langsung dengan tigatersangka itu karena berkaitan dengan anggota kita,” singkatnya ketika dikonfirmasi Salam Papua melalui pesan singkat WhatsApp beberapa waktu lalu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pratu DAT,  diketahui merupakan anggota Kodim 1710 Mimika. DAT yang saat ini telah ditangkap dan dibawa ke Jayapura, Selasa (6/8) lalu terbukti melanggar UU Darurat dengan ancaman hukuman mati.
“Oknum TNI yang sudah tertangkap di Sorong ini, memang diduga ada jaringannya dengan KKSB,” kata Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Pio L. Nainggolan kepada wartawan Selasa (6/8) di Posko TMMD Kodim 1710 Mimika di Kampung Mandiri Jaya.

Kata Dandim, pengejaran terhadap Pratu DAT sendiri sebagai langkah TNI untuk menujukkan keseriusan penegakan hukum secara internal.

Dandim sendiri tidak membeberkan asal dua rekan DAT yang saat ini juga berada di Mako Divisi 3 Kostrad di Maros, Sulawesi Selatan. Namun berdasarkan informasi yang diterima Salam Papua, Pratu M atau MAF merupakan anggota dari kesatuan Yonif 754/ENK Kosrat dan Pratu O atau ORM berasal dari kesatuan Brigif 20 /IJK/3 Kostrad.

Ditempat berbeda, Kodam XVII/Cenderawasih menyebut Pratu DAT bersama dua rekannya terancam dihukum seumur hidup bahkan hukuman mati, lantaran tindakan ketiganya yang diduga sengaja menjual amunisi kepada kelompok KKSB.

Melalui release yang diterima Salam Papua, Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol CPL Eko Dayanto menyebut tindakan pelaku akan dikenakan UU Darurat No. 12 Tahun 51. Kata Kapendam, tindakan yang dilakukan Pratu DAT membuat citra negatif bagi institusi TNI AD khususnya Kodam XVII/Cenderawasih.

“Kita akan melakukan tindakan tegas terhadap yang bersangkutan, sesuai UU Darurat No. 12 Tahun 51 Pratu DAF dapat dikenai sanksi hukuman maksimal hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara setinggi-tingginya 20 tahun,” kata Kapendam yang juga menyebut oknum tersebut pastinya dipecat dari keanggotaan  prajurit TNI AD.

Pratu DAT sendiri setelah di tangkap di Melati Raya, Kota Sorong Papua Barat, Minggu (4/8/2019) lalu telah di bawa ke Jayapura, Selasa (6/8) pagi dengan menggunakan transportasi udara melalui penerbangan komersil.

Menurut Kapendam, sekitar pukul 13.10 WIT Pratu DAF tiba di Bandara Sentani dengan didampingi oleh 1 orang Perwira dari Kodim 1710/Mimika beserta 1 orang anggota Subdenpom Mimika. (Salma)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment