Unjuk Rasa di Mimika Berakhir Ricuh, 45 Orang Diamankan Polisi, Termasuk 15 Orang KNPB

Bagikan Bagikan
Massa melakukan pelemparan gedung DPRD Mimika. (Foto: SAPA/Saldi)

SAPA (TIMIKA) – Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto mengatakan, hingga aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Mimika, Kabupaten Mimika, Papua dibubarkan, dari data sementara yang ada pihaknya telah mengamankan sebanyak 45 orang. 

Mereka yang diamankan dalam hal ini ada yang melakukan aksi atau tindakan anarkis merusak aset milik pemerintah dan swasta maupun fasilitas disepanjang Jalan Cenderawasih, termasuk gedung DPRD, hotel Grand Mozza hingga kendaraan milik aparat, Rabu (21/8).

Mereka yang diamankan antara lain, 20 orang melakukan perusakan hotel Grand Mozza, 10 orang melakukan pembakaran ban dan bak penampung sampah di samping gedung Eme Neme Yauware, serta ditambah 15 orang anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang sejak pagi diamankan karena hendak menyusup dikerumunan massa untuk melakukan tindakan anarkis saat unjuk rasa berlangsung.

“Kita proses penegakkan hukum. Sekali lagi tidak ada yang bisa membenarkan upaya unjuk rasa yang berujung anarkis dengan pengrusakan seperti itu,” tegas Kapolres.

Sementara itu untuk kerugian materil yang diakibatkan dari unjuk rasa ini, pihaknya sementara melakukan pendataan baik itu kendaraan roda dua dan roda empat milik warga, maupun kendaraan milik aparat yang juga dirusak massa.

“Untuk nilai kerugian sementara ini belum kita taksir, akan kita lakukan pendataan. Tapi sejauh ini tidak ada korban. Sekali lagi tidak ada korban, tidak ada dari masyarakat maupun dari petugas,” kata Kapolres.

Meski demikian, berdasarkan pantuan Salam Papua, aksi unjuk rasa yang berujung ricuh ini terdapat sejumlah warga maupun aparat yang terluka akibat terkena lemparan batu. 

Hujan batu terjadi disaat massa mulai ricuh didalam halaman DPRD karena adanya lemparan batu dari luar halaman gedung DPRD, kemudian berlanjut pelemparan batu terhadap aparat maupun aset-aset yang ada disekitar kerumunan massa.

“Sampai saat ini saya belum ada pendataannya. Kalau cuma terkena lemparan, saya juga kena lempar, tapi tidak apa-apa. Itu bagian dari dinamika kita. Nanti kita akan lakukan pendataan dan kita laporkan lebih lanjut,” ujar Kapolres. (Saldi)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment