Hargai Budaya Lokal, Semua Kegiatan Wajib Dibuka Dengan Amolongo dan Nimauwitime

Bagikan Bagikan
Wabup Mimika Johannes Rettob

SAPA (TIMIKA) – Untuk menghargai budaya dua suku lokal yaitu Amungme dan Kamoro (Amor), diminta kepada seluruh instansi pemerintahan, DPRD, TNI, Polri, BUMD, BUMN, lembaga adat, lembaga, pendidikan dan lembaga lainnya se Mimika agar selalu membuka setiap kegiatan dengan ucapan “Amolongo dan Nimauwitime”.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob dalam Rapat Paripurna III Masa Sidang III DPRD Mimika Tentang Jawaban Pemerintah Terhadap Jawaban Umum Fraksi-Fraksi Atas Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (PP-APBD) Mimika Tahun Anggaran 2018. 

Menurut Wabup Jhon Rettob, Amolongo merupakan sapaan khas dari suku Amungme. Sedangkan Nimauwitime adalah sapaan khas suku Kamoro. 

“Ini penegasan kepada semua instansi dan masyarakat. Kita hidup di Timika harus menguasai dan menghargai budaya dua suku ini. Bahasa lain boleh kita tahu, tapi tidak boleh melupakan bahasa dan budaya di atas tanah kita hidup,” kata Rettob di Kantor DPRD, Kamis (12/9).

Amolongo merupakan sapaan kepada orang banyak. Dengan demikian, jawabannya adalah Amole. Demikian juga untuk sapaan Nimauwitimi adalah sapaan kepada orang banyak. Kata nimuauwitimi berasal dari kata nimau sebagai ucapan rasa kasih sayang antar sesama.

“Kita wajib lakukan ini untuk melestarikan budaya agar lebih dikenal, merakyat dan menumbuhkan saling mencintai. Bukan hanya menghargai budayanya, tapi orangnya juga harus dikasihi,” jelasnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment