Johannes Rettob: Jadi Bupati dan Wabup Berarti Siap Terima dan Menyelesaikan Masalah

Bagikan Bagikan
Bupati Mimika Eltinus Omaleng dan Wabup Mimika Johannes Rettob

SAPA (TIMIKA) - Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan, jika seseorang siap menjadi Bupati dan Wabup, berarti siap juga menerima dan menyelesaikan masalah.

Wabup Jhon mengaku belum bisa menjawab jika ditanya kiat khusus  untuk menjalankan roda pemerintahan selama lima tahun ke depan. Namun, yang paling penting menurut dia adalah bagaimana bisa dengan rakyat sehingga bisa mengetahui persoalannya.

 “Kalau ditanya soal kiat-kiat, saya pikir itu tergantung situasional saja. Semua pasti mengalir saja. Yang penting kita menjalin kedekatan dengan rakyat,” ungkapnya di Kantor DPRD, Kamis (12/9).

Selama empat hari setelah dilantik, dirinya telah menghadapi  persoalan anak-anak sekolah dan mahasiswa yang pulang ke Timika akibat situasi yang ada. Selain itu, juga telah menghadapi masyarakat pemilik tanah yang bermasalah bersama Pemkab. Permaslaahan ini dijalaninya sesuai dengan situasi yang ada.
  
 Ia juga mengatakan bahwa sebagai Bupati dan Wakil Bupati, Eltinus Omaleng dan Johannes Rettob akan selalu berkomitmen untuk selalu kerja bersama- sama. Dengan demikian, jika sewaktu-waktu tidak ada kehadiran Bupati di tengah masyarakat, berarti ada Wakil Bupatinya. Demikian sebaliknya.

“Saya secara pribadi berupaya 
untuk selalu ada di tengah masyarakat. Jadi tugas saya untuk membantu Bupati. Sehingga kalau Bupati tugaskan saya maka harus saya laksanakan,” tuturnya saat ditemui di kantor DPRD, Kamis (12/9).

Ia berharap, masyarakat melihat semua roda pembangunan atau pola pemerintahan secara positif, bukan negatif.

“Pada intinya saya dan Bapak Bupati saling bekerja sama untuk melaksanakan pembangunan di kabupaten ini,” jelasnya.

Setiap masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya, tidak akan sulit untuk menemui Bupati ataupun Wakil Bupati. Selama tujuan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi maka pintu akan selalu terbuka. Juga bisa ditemui di jalanan ketika turun lapangan.

“Nanti saya akan tempati rumah jabatan saya setelah rumahnya dibenahi.  Silahkan kalau masyarakat mau datang ke sana, tapi bukan untuk menyampaikan proposal,” jelasnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment